JLR menjalin kemitraan dengan Stellantis untuk memproduksi Defender di AS. Spekulasi muncul mengenai model baru yang lebih sederhana dan tangguh untuk bersaing dengan Ford Bronco atau SUV premium mewah.
Jaguar Land Rover (JLR) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Stellantis yang memungkinkan kendaraan bermerek Defender diproduksi di pabrik Stellantis di Amerika Serikat.
Langkah ini diambil untuk menghindari tarif impor sekaligus menjawab permintaan pasar AS yang terus tumbuh.
Dalam presentasi kepada investor, eksekutif JLR mengungkapkan bahwa varian Defender yang dikembangkan dengan teknologi Stellantis dapat membantu perusahaan "memasuki segmen yang berdekatan" yang saat ini belum mereka masuki.
Namun, detail produk tersebut masih dirahasiakan, memicu berbagai spekulasi.
Spekulasi Model Defender Baru
Salah satu teori yang dikemukakan oleh Automotive News adalah bahwa JLR mungkin meluncurkan Defender yang lebih sederhana dan lebih tangguh, yang secara langsung menantang kendaraan off-road seperti Ford Bronco dan Ineos Grenadier.
Defender versi stripped-back yang diposisikan di bawah model saat ini dinilai masuk akal.
Stellantis memiliki platform body-on-frame, keahlian off-road yang serius, dan portofolio SUV tangguh yang terus berkembang.
Defender yang lebih terjangkau bisa memberikan Land Rover kesempatan untuk menarik pelanggan yang saat ini mempertimbangkan Bronco, Wrangler, atau Grenadier.
Varian pikap—yang tidak ditawarkan oleh Defender saat ini—juga menjadi spin-off yang logis untuk pasar Amerika.
Namun, ada kemungkinan lain. Stellantis sedang mempersiapkan Ram Ramcharger SUV yang akan diluncurkan akhir dekade ini.
Kendaraan ini dikabarkan akan berbagi banyak komponen dengan Jeep Grand Wagoneer, namun memiliki identitas sendiri, termasuk kemungkinan mesin V8 dan karakter yang lebih berorientasi performa.
JLR bisa menggunakan basis tersebut untuk Defender yang lebih besar, lebih tangguh, dan ultra-premium yang ditujukan bagi pembeli kaya di AS.
Bayangkan sebuah off-roader ukuran penuh dengan gaya Defender yang khas, kemampuan menarik yang serius, tenaga V8, dan banderol harga enam digit.
Ini lebih sesuai dengan target keuntungan JLR dibandingkan mengejar pembeli Bronco.
Amerika Serikat kini menjadi pusat strategi JLR.
Amerika Utara sudah menyumbang sekitar 28 persen dari penjualan global perusahaan, dan para eksekutif ingin penjualan di AS tumbuh dramatis hingga setara dengan total registrasi global perusahaan yang mencapai lebih dari 350.000 unit saat ini.
