Presiden Trump mengusulkan dana $1 miliar untuk 20.000 pensiunan non-serikat Delphi yang kehilangan hingga 70% manfaat pensiun akibat kebangkrutan GM pada 2009.
Presiden Donald Trump mengusulkan alokasi dana sebesar $1 miliar untuk membantu lebih dari 20.000 pensiunan non-serikat Delphi Corp.
yang kehilangan sebagian besar manfaat pensiun mereka.
Usulan tersebut disampaikan dalam surat anggaran dari Kantor Manajemen dan Anggaran kepada Ketua DPR Mike Johnson.
Sebagian besar dari $87,6 miliar anggaran tambahan itu dialokasikan untuk operasi militer di Iran, namun satu baris secara khusus meminta dana untuk meningkatkan tingkat manfaat bagi peserta program pensiun tertentu yang disponsori Delphi.
Delphi Corp. dulunya adalah pemasok suku cadang mobil besar yang didirikan oleh General Motors (GM) di Michigan.
Saat pemerintahan Obama mengawasi proses kebangkrutan GM selama krisis keuangan global, pensiunan serikat pekerja di Delphi tetap mempertahankan dukungan mereka.
Namun, lebih dari 20.000 pensiunan non-serikat tidak seberuntung itu. Manfaat mereka menyusut rata-rata 30 hingga 70 persen.
Mereka telah berjuang untuk mendapatkan kompensasi selama hampir dua dekade. Kini, Trump ingin membantu mereka.
Waktunya pun dinilai strategis, karena pemilihan umum paruh waktu tinggal beberapa bulan lagi. Kemungkinan besar, pemerintahan Trump bisa kehilangan kendali atas satu atau kedua kamar Kongres.
Mengkompensasi mantan karyawan Delphi bisa menjadi isu besar di Midwest. Oleh karena itu, langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menarik simpati pemilih.
Masalah ini sudah lama bergulir di pengadilan.
Salah satu kasus sebelumnya berargumen bahwa Pension Benefit Guaranty Corporation tidak memiliki wewenang untuk mengambil alih program pensiun karyawan bergaji dan mengurangi manfaat mereka.
Namun, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit ke-6 menolak argumen tersebut, demikian pula Mahkamah Agung AS pada tahun 2022.
Kini, dengan usulan anggaran Trump, para pensiunan Delphi berharap keadilan yang telah lama dinanti akhirnya tiba.
