CEO Ford Jim Farley mendesak agar pesaing yang mengimpor hampir setengah mobil yang mereka jual di AS dikenakan sanksi, sementara Ford yang memproduksi 83% kendaraannya di dalam negeri ingin dihargai.
CEO Ford Jim Farley menginginkan agar para pesaingnya yang bergantung pada impor dikenakan sanksi. Sebaliknya, Ford yang memproduksi sebagian besar kendaraannya di Amerika Serikat ingin dihargai.
Saat ini, 83% kendaraan Ford yang terjual di AS dibuat di dalam negeri. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan banyak pesaing yang sangat bergantung pada impor.
Pernyataan Farley muncul di tengah ketidakpastian perpanjangan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). Pemerintahan Trump memutuskan untuk tidak memperbarui perjanjian tersebut dalam bentuknya yang sekarang.
Pembahasan masih berlangsung dengan negara tetangga untuk mengatasi apa yang disebut sebagai 'kekurangan' dalam kesepakatan dagang. Poin utama yang diperdebatkan meliputi defisit perdagangan dan peningkatan kandungan suku cadang.
Dalam wawancara dengan CNBC, Farley menyatakan, 'Sangat penting bahwa setiap kesepakatan baru memudahkan, bukan mempersulit, untuk bersaing dengan pabrikan AS yang mengimpor dari Jepang, Korea Selatan, dan pesaing global yang mengimpor dari lokasi tersebut.'
Ford vs Pesaing dalam Produksi Lokal
Ford mengklaim merakit lebih dari enam kendaraan di AS untuk setiap satu kendaraan yang diimpor. Angka ini memimpin industri otomotif Amerika.
Tahun lalu, Ford memproduksi lebih dari 2 juta kendaraan di AS. Sementara itu, General Motors mengimpor 1,17 juta kendaraan, yang mewakili 41% dari penjualan domestik mereka.
Model impor utama GM termasuk Chevrolet Trax dan Equinox, serta sebagian besar jajaran Buick.
Toyota, meskipun memiliki sejumlah pabrik di AS, mengimpor lebih dari 1,19 juta kendaraan pada 2025.
Akibatnya, 47% kendaraan yang dijual Toyota di AS adalah impor.
Ford keberatan dengan praktik ini karena produksi dalam negeri biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan negara dengan upah rendah seperti Meksiko.
Farley dilaporkan berpikir bahwa Ford harus dihargai karena memproduksi di AS, atau pesaing harus dikenakan denda karena mengandalkan impor.
Ia percaya hal ini akan 'menyetarakan persaingan.'
