Survei global menunjukkan tidak satu pun responden AS yang memercayai Gen Z untuk mengganti ban. Gen X menjadi generasi paling dipercaya dengan 67% dukungan. Meski begitu, banyak pengemudi Gen Z yang berhasil melakukan perbaikan sendiri.
Sebuah survei global menemukan bahwa tidak ada satu pun responden di Amerika Serikat yang memilih Gen Z sebagai generasi paling dipercaya untuk mengganti ban saat darurat di jalan.
Riset yang dilakukan oleh Autotrader UK ini melibatkan lebih dari 3.000 pengemudi di 15 negara.
Hasilnya, Amerika Serikat memberikan kepercayaan tertinggi kepada Gen X, dengan 67% responden memilih generasi berusia 46-61 tahun tersebut.
Gen Z Mendapat Nilai Nol Persen
Gen Z, yang lahir antara 1997 dan 2012, mendapat 0% suara di Amerika Serikat. Hal serupa juga terjadi di Inggris, Portugal, dan Australia.
Secara global, Gen Z hanya meraih 2% dukungan, sementara Gen X mendominasi dengan 57% suara sebagai generasi paling dipercaya untuk mengganti ban.
Menariknya, Gen Z sendiri tidak meragukan kemampuan mereka. Di Inggris, 43% pengemudi muda percaya mereka bisa mengganti ban, sementara di AS angkanya mencapai 29%.
Survei juga menunjukkan bahwa Gen Z cenderung belajar perbaikan mobil melalui media sosial, YouTube, TikTok, dan alat AI.
Di AS, Milenial justru memimpin penggunaan media sosial untuk panduan otomotif, sementara Gen X paling banyak menggunakan AI.
Reputasi Gen Z mungkin lebih buruk dari kenyataan. Di sebagian besar negara, lebih dari 80% pengemudi muda yang pernah mencoba perbaikan mengaku tidak memperparah masalah.
Pengecualian terjadi di Afrika Selatan, di mana hampir setengah Gen Z mengatakan mereka malah memperburuk situasi saat mencoba memperbaiki.
