otomotif1.com

Honda dan Ford Hentikan Mobil Murah, Harga Rata-rata Kini Rp 800 Juta

Ilustrasi mobil baru murah yang dihentikan Honda dan Ford
Ilustrasi mobil baru murah yang dihentikan Honda dan Ford

Cox Automotive mengungkap krisis keterjangkauan mobil baru bukan semata karena harga, tapi juga biaya hidup lain. Namun, produsen seperti Honda dan Ford justru menghentikan model murah.

Ukuran teks

Cox Automotive menyebut masalah keterjangkauan kendaraan tidak hanya soal harga jual. Biaya hidup seperti perumahan, asuransi, dan bahan makanan juga naik signifikan.

Rata-rata harga transaksi mobil baru kini sekitar US$50.000 atau Rp 800 juta. Menurut Cox, konsumen tidak mengevaluasi pembelian mobil secara terpisah dari pengeluaran bulanan lainnya.

Namun, analisis Cox mengabaikan satu fakta penting: industri otomotif perlahan meninggalkan segmen mobil murah.

Model seperti Honda Fit, Chevrolet Spark, Ford Fiesta, dan Nissan Versa hampir tidak ada lagi di pasaran.

Mobil Dasar Kini Setara Mewah

Erin Keating, analis eksekutif Cox Automotive, berpendapat mobil modern menawarkan nilai lebih. Fitur seperti pengereman darurat otomatis, kontrol jelajah adaptif, dan layar infotainment besar kini menjadi standar.

Sepuluh tahun lalu, teknologi tersebut hanya tersedia di trim premium. Cox mencontohkan Honda CR-V yang harganya naik hampir US$10.000, tetapi juga jauh lebih canggih.

Pada 2016, banyak pilihan mobil murah. Kini, varian entry-level pun diproduksi dalam jumlah terbatas karena dealer lebih suka menjual versi terisi penuh.

Konsumen mungkin memilih mobil lebih mahal, tetapi itu karena pasar menawarkan sedikit alternatif murah.

Cox tidak sepenuhnya salah, namun industri harus mengakui perannya dalam mendorong harga ke segmen atas.

Mobil bukan satu-satunya penyebab krisis keterjangkauan, tetapi juga bukan korban tak bersalah.

Update Terbaru

Lihat semua