Honda V65 Magna adalah power cruiser pertama yang sempat memegang rekor motor produksi tercepat. Mesin V4 1.098 cc-nya menghasilkan 100 hp, namun hanya dijual 4 tahun karena tarif impor dan masalah keandalan.
Honda dikenal sebagai produsen motor terbesar di dunia, dengan volume penjualan terbanyak dari skuter dan motor kecil di Asia Tenggara dan Brasil.
Namun, di balik dominasi pasar entry-level, Honda juga menelurkan beberapa motor legendaris yang mengubah industri.
Salah satu yang paling menarik adalah Honda V65 Magna, motor cruiser yang diam-diam menjadi legenda. Motor ini lahir dari persaingan dengan Harley-Davidson pada awal 1980-an.
Lahir untuk Menantang Harley-Davidson
Honda V65 Magna diperkenalkan pada 1983. Angka '65' merujuk pada kapasitas mesin dalam inci kubik, yaitu 1.098 cc.
Motor ini merupakan perpaduan mesin sport dengan sasis cruiser, dirancang khusus untuk membuat Harley-Davidson 'berkeringat'.
Hasilnya, V65 Magna sempat masuk Guinness Book of World Records sebagai motor produksi tercepat pada masanya, meskipun berstatus cruiser.
Nasib Sulit di Pasar AS
Sayangnya, peluncuran V65 Magna bertepatan dengan kebijakan pemerintah AS yang memberlakukan tarif impor 45% untuk motor Jepang di atas 700 cc.
Hal ini membuat harga Magna menjadi sangat mahal.
Selain itu, model awal mengalami masalah camshaft yang cepat rusak, sehingga reputasi keandalannya buruk. Dua tahun kemudian, Yamaha V-Max hadir dengan formula serupa namun performa lebih tinggi.
Akibatnya, Honda menghentikan V65 Magna pada 1986, hanya setahun sebelum tarif impor dicabut.
Mesin V4 1.098 cc V65 Magna memiliki rasio kompresi 10,5:1, sangat tinggi untuk cruiser saat itu.
Tenaga mencapai 100 hp pada 9.500 rpm (diukur di roda), dengan torsi 69,3 lb-ft pada 7.500 rpm.
Honda mengklaim kecepatan tertinggi 170 mph, namun penguji independen hanya mencapai 140 mph di gigi kelima; gigi keenam bersifat overdrive untuk jelajah.
Meskipun spesifikasinya impresif, V65 Magna kurang lincah di tikungan.
Distribusi bobot 45/55 depan-belakang membuat ban depan kurang traksi, ditambah suspensi depan yang kaku dan efek shaft jacking dari penggerak poros.
Motor ini juga boros bahan bakar, sehingga dilengkapi tangki bensin kedua di bawah jok.
Sebelum V65, Honda sudah menjual VF750C Magna dengan mesin 750 cc dari VFR750. VF750C menggunakan rantai, lebih ringan, dan distribusi bobot lebih baik.
Motor ini bertahan hingga dua dekade di AS.
Kini, V65 Magna bisa ditemukan dengan harga sekitar $4.000 hingga lebih dari $6.000, tergantung kondisi. Meskipun sempat bermasalah, masalah camshaft sudah bisa diatasi oleh komunitas.
Warisan V65 Magna dilanjutkan oleh Yamaha V-Max, Harley-Davidson V-Rod, dan kini Ducati Diavel V4 serta Triumph Rocket 3 yang mampu berakselerasi 0-60 mph dalam waktu sekitar 2,5-2,7 detik.
