Hyundai dan Kia mengajukan paten sistem generator angin terintegrasi di bumper depan untuk menghasilkan listrik tambahan, membantu mengatasi range anxiety pada kendaraan listrik.
Hyundai Motor Group, yang menaungi Kia, terus berinovasi untuk mengatasi tantangan kepemilikan kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat.
Salah satu hambatan utama adalah kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety), terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang mengurangi efisiensi baterai.
Untuk mengatasi hal ini, Hyundai dan Kia, bersama SHB Automotive Module Company, mengajukan paten sistem pembangkit listrik tenaga angin yang dipasang di bumper depan kendaraan.
Paten dengan nomor publikasi US 2026/0168477 A1 ini terdaftar di Kantor Paten dan Merek Dagang AS.
Cara Kerja Sistem Turbin di Bumper
Sistem ini menggunakan saluran udara internal yang mengarahkan aliran udara ke dalam rumah turbin khusus.
Di bagian depan gril, terdapat serangkaian penutup (shutter flaps) yang dapat digerakkan untuk mengatur jumlah udara yang masuk.
Saat kendaraan bergerak, udara mendorong penutup yang terbuka, memutar bilah turbin, dan menghasilkan listrik melalui generator. Udara kemudian keluar melalui ventilasi di bagian bawah atau belakang kendaraan.
Namun, sistem ini tidak dirancang untuk bekerja di kecepatan tinggi. Pada kecepatan jalan raya, hambatan aerodinamis yang ditimbulkan justru lebih besar daripada energi yang dihasilkan.
Oleh karena itu, sistem kontrol EV akan menutup penutup saat melaju di kecepatan tinggi untuk mempertahankan koefisien drag yang optimal.
Penutup akan terbuka secara aktif saat kondisi berkendara yang lebih menguntungkan, seperti berkendara di perkotaan dengan kecepatan rendah, saat menuruni bukit panjang, atau saat pengereman mekanis.
Aplikasi pada EV Saat Ini dan Mendatang
Energi yang dihasilkan oleh generator bumper dapat dialirkan ke arsitektur kelistrikan tegangan tinggi atau rendah kendaraan.
Listrik ini dapat digunakan untuk menyalakan sistem pendingin atau pemanas kabin, layar infotainment, dan sistem bantuan pengemudi (ADAS).
Dengan memasok daya ke sistem tambahan ini, beban pada baterai traksi lithium-ion utama berkurang. Selain itu, sistem ini juga memiliki fungsi pengisian daya statis.
Saat kendaraan diparkir di luar ruangan, penutup dapat dibuka untuk menangkap angin alami, memberikan pengisian daya tetes (trickle charge) ke baterai saat mobil tidak digunakan.
Inovasi ini merupakan bagian dari upaya Hyundai dan Kia untuk terus meningkatkan efisiensi kendaraan listrik mereka.
Sebelumnya, Hyundai telah memperkenalkan teknologi Active Air Skirt (AAS) yang mengurangi koefisien drag sebesar 0,008, setara dengan pengurangan hambatan aerodinamis sebesar 2,8 persen.
Meskipun demikian, integrasi sistem aktif seperti ini menghadapi tantangan teknis. Penambahan komponen bergerak di bagian depan kendaraan meningkatkan biaya produksi, bobot, dan risiko keandalan jangka panjang.
Komponen seperti aktuator, motor listrik, dan kabel harus dirancang tahan terhadap debu, air, dan salju.
Namun, bagi segmen kendaraan premium dan EV jarak jauh, biaya tambahan ini dapat diserap dengan lebih mudah.
Hyundai dan Kia optimistis bahwa inovasi ini akan membantu meningkatkan kepraktisan dan daya tarik kendaraan listrik di masa depan.
