Mercedes-Benz mencatat penjualan 97.100 EV pada semester I 2026, naik 28% dibanding tahun lalu. Namun, penjualan total grup turun 6% akibat melemahnya permintaan di Asia, khususnya China.
Mercedes-Benz berhasil meningkatkan penjualan kendaraan listrik baterai (BEV) secara signifikan pada paruh pertama tahun ini, meskipun permintaan secara keseluruhan mengalami kontraksi.
Fenomena ini juga dialami oleh beberapa produsen mobil lainnya.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Mercedes-Benz Group mengirimkan 1.011.500 kendaraan, turun 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penjualan kuartal pertama sempat naik 2 persen menjadi 511.900 unit, namun penurunan terjadi pada kuartal kedua.
Kinerja Penjualan EV
Mercedes-Benz menjual 97.100 unit BEV pada semester I 2026, meningkat 28 persen secara tahunan.
Kuartal kedua menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 51 persen menjadi 52.900 unit.
Jika divisi Mercedes-Benz Vans ikut dihitung, total penjualan BEV mencapai 113.300 unit, naik 30 persen.
Model-model seperti electric CLA, electric GLC, dan electric GLB menjadi motor utama pertumbuhan, dengan permintaan kuat dari Eropa.
Penurunan di Segmen Lain
Sementara BEV tumbuh, model lain justru menurun.
Segmen Top-End yang meliputi Mercedes-AMG, Maybach, G-Class, S-Class, GLS, EQS, dan EQS SUV turun 8 persen menjadi 119.600 unit.
Segmen Core (C-Class, E-Class, EQE, EQE SUV) turun 7 persen menjadi 497.300 unit, dan Entry Level (A-Class, B-Class, EQS, EQB) turun 5 persen menjadi 220.300 unit.
Mercedes menyebut penurunan Top-End sebagian disebabkan pergantian produk dan ketersediaan model, namun pengiriman G-Class justru naik 3 persen pada kuartal kedua.
Penurunan terbesar terjadi di Asia, di mana penjualan Mercedes-Benz Cars merosot 25 persen menjadi 291.000 unit.
Di China, penjualan ambles 28 persen menjadi 210.200 unit, dengan kuartal kedua turun 30 persen menjadi 98.600 unit.
Mercedes mengonfirmasi akan meluncurkan beberapa model khusus China, termasuk long-wheelbase electric GLC L SUV, pada paruh kedua tahun ini.
Sementara itu, penjualan di Eropa naik 5 persen dan di Amerika Utara naik 15 persen.
