otomotif1.com

Pabrik Ford di China dan Meksiko Jadi Tolok Ukur Kualitas Global

Lini perakitan pabrik Ford di China atau Meksiko
Lini perakitan pabrik Ford di China atau Meksiko

CEO Ford Jim Farley mengakui pabrik di China dan Meksiko memiliki kepatuhan proses dan kemampuan pemecahan masalah terbaik, melampaui pabrik AS. Keberhasilan ini didukung lonjakan peringkat kualitas awal JD Power.

Ukuran teks

CEO Ford Jim Farley mengungkapkan bahwa pabrik perusahaannya di China dan Meksiko kini menjadi tolok ukur kualitas global.

Kedua pabrik itu dinilai lebih unggul dalam kepatuhan proses dan pemecahan masalah dibandingkan pabrik di Amerika Serikat.

Farley mengatakan kepada wartawan bahwa operasi Ford di Meksiko dan China, yang memproduksi model seperti Maverick dan Bronco Sport, secara konsisten mengungguli jaringan manufaktur lainnya.

"Secara konsisten, pabrik China dan Meksiko kami adalah yang paling patuh terhadap proses dan memiliki keterampilan pemecahan masalah terdalam," kutip The Detroit News.

Ia menambahkan bahwa perbedaan budaya kerja di setiap negara dapat mendukung atau menghambat target kualitas perusahaan.

Pabrik AS Mulai Mengejar Ketertinggalan

Meski pernyataan itu terdengar seperti kritik terhadap pabrik AS, Farley juga mencatat bahwa pabrik Amerika yang diwakili UAW telah meningkat pesat.

Hal ini dibuktikan dengan kemenangan mengejutkan Ford dalam studi JD Power Initial Quality tahun ini.

Ford berhasil naik dari posisi bawah menjadi merek mainstream teratas dalam kualitas awal. Farley menyebut pencapaian itu sebagai hasil dari upaya empat tahun merombak budaya manufaktur perusahaan.

Meski demikian, Ford masih mengeluarkan recall, termasuk untuk model terbaru, yang mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Pernyataan Farley juga mengingatkan pada kekhawatiran serupa dari Toyota dan Nissan.

Kedua pabrikan Jepang itu telah memperingatkan pembeli bahwa beberapa mobil buatan AS mungkin memiliki cacat cat, celah panel tidak rata, atau cacat kosmetik kecil yang tidak memenuhi standar domestik Jepang.

Ford percaya teknologi akan memainkan peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas ke depan.

Farley mengatakan pekerja di Meksiko dan China lebih antusias menggunakan alat kecerdasan buatan dibandingkan rekan mereka di Amerika Utara.

Namun, ia menegaskan perangkat lunak saja tidak cukup.

"Tidak ada pengganti" untuk pekerja terampil, kata Farley.

AI dapat membantu, tetapi kualitas jangka panjang tetap bergantung pada tenaga kerja berpengalaman yang mampu mendeteksi masalah sebelum pelanggan menyadarinya.

Update Terbaru

Lihat semua