otomotif1.com

Harga Bensin Kembali ke $4 Per Galon Saat Konflik Iran Memanas

Pompa bensin menunjukkan harga $4 per galon
Pompa bensin menunjukkan harga $4 per galon

Harga rata-rata bensin nasional AS kembali ke $4 per galon, naik 86 sen dibanding tahun lalu, dipicu serangan di Selat Hormuz dan serangan balasan AS.

Ukuran teks

Harga rata-rata bensin nasional di Amerika Serikat kembali menyentuh $4 per galon. Angka ini naik 86 sen dibandingkan tahun lalu dan 13 sen lebih tinggi dari pekan sebelumnya.

Kenaikan terjadi setelah kapal-kapal diserang dan AS melancarkan serangan balasan. Gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan AS kini berubah menjadi konflik terbuka.

Menurut AAA, harga bensin reguler tanpa timbal naik dari $3,87 seminggu lalu dan $3,95 sebulan lalu.

Pada tahun 2025, pengemudi hanya membayar $3,14 per galon.

Harga solar juga melonjak signifikan, rata-rata $5,11 per galon. Itu naik 23 sen dalam seminggu dan $1,38 dalam setahun.

Seperti biasa, harga bervariasi antar wilayah. Warga California membayar rata-rata $5,50 per galon.

Di Mono County, harga mencapai $6,70. Sebaliknya, di Indiana rata-rata hanya $3,35 per galon.

Konflik Iran Picu Lonjakan Harga

Lonjakan harga bensin dipicu oleh kembali pecahnya permusuhan di Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, Iran menyerang kapal, negara tetangga, dan instalasi militer AS.

Sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Komando Pusat AS mengumumkan serangan baru terhadap Iran.

Serangan ini bertujuan untuk “menurunkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz.”

Ini adalah hari kesepuluh berturut-turut serangan terjadi.

Akhir pekan lalu, dua personel militer AS tewas di Yordania pada 17 Juli, dan satu lagi dilaporkan hilang.

Personel lain tewas di Iran pada 18 Juli saat detonasi terkendali dari drone Iran yang tidak meledak.

Presiden Trump merespons kematian tersebut dengan pernyataan tegas. “Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat!”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan, “Iran adalah tanah air kami” dan “kami akan membela setiap inci tanah kami hingga napas terakhir.”

Update Terbaru

Lihat semua