otomotif1.com

Ford Disetujui Pekerja Kanada, Produksi V8 Ditingkatkan

Pabrik Ford di Kanada memproduksi mesin V8
Pabrik Ford di Kanada memproduksi mesin V8

Pekerja Ford di Kanada menyetujui kontrak baru dengan kenaikan gaji 9% dan bonus hingga $10.000 CAD. Ford juga akan menambah shift ketiga di pabrik mesin Essex pada 2029 untuk memaksimalkan produksi V8.

Ukuran teks

Pekerja Ford di Kanada telah menyetujui kontrak baru secara mayoritas. Serikat pekerja Unifor mengumumkan bahwa 74% anggota memberikan suara mendukung perjanjian tiga tahun tersebut.

Kesepakatan ini mencakup kenaikan gaji 9% untuk pekerja per jam selama masa kontrak. Perjanjian mulai berlaku pada 21 September dan berakhir 19 September 2029.

Karyawan tetap penuh waktu akan menerima bonus sebesar $10.000 CAD ($7.101 USD). Sementara itu, pekerja sementara mendapatkan bonus $2.000 CAD ($1.420 USD).

Selain kenaikan gaji dan bonus, kontrak ini juga meningkatkan pensiun dan tunjangan karyawan. Upah awal untuk pekerja baru juga disesuaikan.

Menurut Unifor, upah pekerja produksi penuh akan mencapai $50,20 CAD ($35,64 USD) per jam pada akhir perjanjian.

Pekerja terampil akan mendapatkan $62,71 CAD ($44,53 USD) per jam.

Kontrak juga mencakup tunjangan biaya hidup dan peningkatan pembayaran Tunjangan Kesehatan Pensiunan Universal. Pembayaran untuk pasangan yang masih hidup juga ditingkatkan.

Unifor menyebutkan bantuan untuk pekerja yang terkena PHK di pabrik Oakville Assembly.

Mereka akan menerima pembayaran khusus $10.000 CAD ($7.101 USD) dan program jalur menuju pekerjaan penuh dengan target penyelesaian pada 1 Juli 2027.

Investasi Ford di Kanada

Selain manfaat bagi pekerja, perjanjian ini mewajibkan Ford berinvestasi $1,25 miliar CAD ($888 juta USD) di Kanada.

Investasi tersebut mencakup rencana sebelumnya untuk pabrik Oakville Assembly.

Sebanyak $700 juta CAD ($497 juta USD) akan dialokasikan untuk pengeluaran baru di Pabrik Mesin Essex.

Dana ini akan digunakan untuk memaksimalkan produksi V8 5,0 liter serta mendukung produksi dan perluasan V8 7,3 liter.

Pabrik Essex juga dijadwalkan menambah shift ketiga mulai tahun 2029. Langkah ini menandakan komitmen Ford terhadap produksi mesin V8 di Kanada.

CEO Ford Jim Farley mengatakan perjanjian ini tentang investasi pada pekerja dan masa depan Kanada.

Ia menambahkan bahwa dengan perjanjian ini, Ford membangun lebih dari satu abad kepemimpinan manufaktur di Kanada.

Farley juga mendukung Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). Menurutnya, sistem manufaktur Amerika Utara yang kuat dan terintegrasi sangat penting untuk daya saing.

Presiden Nasional Unifor Lana Payne menyatakan anggota telah meratifikasi perjanjian yang kuat. Ia menekankan bahwa perjanjian ini memberikan keuntungan nyata dan stabilitas yang sangat dibutuhkan.

Dengan disetujuinya kontrak Ford, perhatian kini beralih ke General Motors dan Stellantis. Unifor kemungkinan akan mencari keuntungan serupa dari kedua perusahaan tersebut.

Update Terbaru

Lihat semua