otomotif1.com

Lexus GS F: Sedan Analog yang Semakin Langka dan Istimewa

Lexus GS F 2019 warna biru tampak depan

Lexus GS F hadir dengan mesin V8 naturally aspirated 5.0 liter, penggerak roda belakang, dan karakter berkendara analog yang kini semakin langka di era turbo dan elektrifikasi.

Ukuran teks

Di tengah dominasi turbocharging, hybrid, dan all-wheel drive pada sedan performa modern, Lexus GS F justru tampil beda.

Mobil yang diluncurkan pada 2016 ini mempertahankan mesin V8 naturally aspirated dan penggerak roda belakang, sebuah kombinasi yang kini semakin langka.

Keputusan Lexus bukan sekadar nostalgia, melainkan keyakinan bahwa sebagian pengemudi masih menghargai respons throttle, karakter mesin, dan sensasi berkendara yang murni.

Hasilnya, GS F menawarkan koneksi langsung antara pedal gas dan roda belakang tanpa jeda turbo atau kompleksitas sistem hybrid.

Mesin 5.0 Liter V8 yang Semakin Spesial

Jantung GS F adalah mesin 2UR-GSE 5.0 liter V8 yang dikembangkan bersama Yamaha.

Mesin ini menghasilkan 467 hp dan torsi 389 lb-ft, namun angka tersebut tidak menceritakan keseluruhan cerita.

Yang membuat mesin ini istimewa adalah kemampuannya berputar hingga 7.300 rpm berkat camshaft lift tinggi, katup intake titanium, dan rasio kompresi 12.3:1.

Karakter high-revving ini kontras dengan turbo V8 modern yang mencapai puncak torsi di putaran rendah dan menurun sebelum redline.

Sistem injeksi ganda D-4S menggabungkan direct dan port injection untuk respons throttle yang tajam dan efisiensi.

Dipadu dengan suara knalpot yang semakin dalam saat putaran naik, GS F memberikan pengalaman yang tidak bisa ditiru oleh rival turbo.

Sasis yang Menyeimbangkan Kenyamanan dan Agresivitas

GS F dilengkapi Adaptive Variable Suspension yang memungkinkan penyesuaian redaman secara real-time. Mobil ini tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari, namun bisa menjadi kaku saat pengemudi mulai memacu.

Diferensial belakang torque-vectoring menjadi kunci lainnya.

Sistem ini mendistribusikan tenaga secara aktif antara roda belakang, membantu GS F berputar di tikungan dengan presisi tanpa mengorbankan stabilitas saat melaju santai.

Banyak sedan performa modern cenderung ekstrem: terlalu fokus pada kenyamanan atau terlalu agresif. GS F berhasil menggabungkan keduanya, menjadikannya mobil yang tetap mengesankan bahkan bertahun-tahun setelah produksi berakhir.

Calon Klasik Masa Depan yang Masih Terjangkau

GS F tidak pernah laris di pasaran dan dihentikan setelah tahun model 2020 tanpa penerus langsung.

Kelangkaan ini, ditambah dengan karakter mesin V8 naturally aspirated, memposisikannya sebagai calon klasik masa depan.

Nilai jualnya di pasar bekas masih terjangkau, jauh lebih murah dibandingkan mobil performa naturally aspirated sejenis dari merek lain.

Ditambah reputasi keandalan Lexus, GS F menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan sedan V8 high-revving dengan kedalaman rekayasa.

Seiring industri terus beralih ke turbo dan elektrifikasi, karakter naturally aspirated GS F kemungkinan akan semakin dihargai dan langka.

Update Terbaru

Lihat semua