otomotif1.com

Penjualan EV China Anjlok 14% Setelah Subsidi Dipangkas

Penjualan EV China menurun setelah subsidi dipangkas
Penjualan EV China menurun setelah subsidi dipangkas

Penjualan EV baru di China turun 14% tahun ini setelah pemerintah memangkas subsidi. BYD dan Geely mengandalkan ekspor untuk meredam penurunan.

Ukuran teks

Penjualan kendaraan listrik (EV) baru di China turun 14 persen tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini terjadi setelah pemerintah memangkas subsidi dan ekonomi domestik melambat.

Data dari China Passenger Car Association menunjukkan 4,7 juta EV baru telah dikirim di China tahun ini.

Juli memperlakukan beberapa merek lebih baik daripada Juni, tetapi pemain besar seperti BYD dan Geely masih merasakan dampaknya.

Penurunan Penjualan Merek Utama

Pada Juli, BYD menjual 239.370 kendaraan secara lokal, turun 9 persen dari Juli 2025, tetapi naik 4,9 persen dari Juni.

Geely mengikuti pola serupa, dengan penjualan Juli naik 4 persen dari Juni, tetapi turun 29,1 persen dibandingkan Juli tahun lalu.

Yang membantu kedua produsen meredam penurunan pasar domestik adalah lonjakan ekspor ke luar negeri.

Merek seperti Xpeng, Nio, dan Li Auto juga memiliki jejak di luar negeri, tetapi pasar domestik masih menyumbang sebagian besar penjualan.

Pengiriman Xpeng pada Juli turun 5,2 persen menjadi 38.027 kendaraan dibandingkan Juni.

Nio turun 11,5 persen menjadi 35.934, dan Li Auto turun 1,4 persen menjadi 30.468.

Dampak Pemangkasan Subsidi

Keputusan pemerintah untuk memangkas insentif berdampak langsung pada penjualan. Awal tahun ini, setiap pembelian mobil baru mendapat subsidi 15.000 yuan (sekitar $2.220).

Angka itu baru-baru ini dipotong 33 persen, dan subsidi kini setara 10 persen dari harga beli kendaraan baru, dengan batas maksimal 10.000 yuan ($1.480).

Untuk beberapa EV paling terjangkau di China, pembayaran subsidi kini 5.000 yuan ($740) lebih rendah dari sebelumnya.

AlixPartners memperkirakan penjualan mobil baru di China akan turun 10 persen menjadi 24,6 juta kendaraan pada akhir tahun ini.

Ekonomi yang lebih luas juga tidak mendukung penjual EV. PDB tumbuh hanya 4,3 persen tahun-ke-tahun pada kuartal kedua, laju paling lambat sejak akhir 2022.

Update Terbaru

Lihat semua