Chevrolet dilaporkan mengakhiri penjualan di China setelah penjualan merosot 98,8% dalam 11 tahun. GM fokus pada Buick dan Cadillac.
Chevrolet dikabarkan akan mengakhiri penjualannya di China. Langkah ini menyusul penurunan penjualan yang drastis sebesar 98,8% dalam 11 tahun terakhir.
General Motors (GM) kini lebih fokus pada merek Buick dan Cadillac di pasar China. Kedua merek tersebut dinilai lebih sukses, terutama dengan lini Electra yang baru.
Menurut laporan Automobilwoche, Chevrolet akan berhenti menjual mobil di China setelah hampir 21 tahun beroperasi.
Penjualan Chevrolet di China turun dari lebih dari 767.000 unit pada 2014 menjadi kurang dari 9.000 unit tahun lalu.
Model yang Ditawarkan dan Masa Depan Produksi
Chevrolet menawarkan berbagai model di China, termasuk Blazer, Equinox, Malibu XL, dan Seeker (Trax). Ada juga Monza, Menlo EV, Equinox Plug-in Hybrid, dan Tracker.
Sebagian besar model tersebut berbahan bakar bensin, sementara konsumen China lebih memilih kendaraan energi baru (NEV).
Meski penjualan dihentikan, GM-SAIC dikabarkan akan terus memproduksi Chevrolet di China untuk pasar ekspor.
GM tidak menyerah pada pasar China.
Mereka baru saja memperpanjang kemitraan dengan SAIC selama 20 tahun untuk mempercepat transformasi teknologi dan mengeksplorasi peluang pertumbuhan baru.
GM-SAIC juga berencana meluncurkan setidaknya 30 kendaraan energi baru pada 2030 dan menerapkan lebih banyak solusi teknologi yang dikembangkan di China untuk pasar lokal.
