otomotif1.com

Maserati Rancang Dua EV Baru Bersama Huawei dan JAC

Maserati GranTurismo Folgore, model listrik mewah Italia
Volvo XC60 dan XC90 PHEV Baru Bisa Melaju Jauh dengan Listrik

Maserati dikabarkan menyiapkan dua model EV baru lewat kemitraan dengan Huawei dan JAC Motors, dengan strategi produksi SKD dan dual-brand.

Ukuran teks

Maserati dilaporkan tengah menyiapkan dua model kendaraan listrik baru melalui kemitraan dengan Huawei dan JAC Motors.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya merevitalisasi merek mewah Italia tersebut di pasar global.

Informasi ini mengacu pada sumber industri yang dikutip Future Cars Daily.

Dua model yang dirancang adalah SUV listrik murni berukuran menengah hingga besar serta GT listrik murni berukuran besar.

SUV tersebut diposisikan sebagai pelengkap strategis bagi Grecale Folgore yang sudah ada.

Sementara model GT ditujukan untuk memperkuat identitas inti dan warisan atletis merek, melanjutkan fondasi GranTurismo Folgore.

Sumber internal menyebut diskusi saat ini cenderung meluncurkan GT listrik murni sebagai produk pertama dari kolaborasi ini.

Aliansi Tiga Pihak

Kemitraan ini merupakan restrukturisasi teknologi, manufaktur, branding, dan distribusi.

Huawei menyediakan platform Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), termasuk kokpit cerdas, sistem mengemudi otonom Qiankun ADS, dan teknologi penggerak listrik.

JAC Motors memanfaatkan pabrik super Maextro untuk menangani rekayasa dan manufaktur kendaraan.

Maserati menyumbangkan bahasa desain berusia seabad dan saluran penjualan global yang mapan.

Dengan strategi dual-brand, kendaraan akan dijual dengan merek Maextro di China, sementara lencana Maserati tetap dipertahankan untuk pasar internasional.

Untuk menyeimbangkan efisiensi biaya dan pelestarian warisan mewah, Maserati berencana menggunakan model ekspor Semi Knocked Down (SKD).

Dalam skema ini, white bodies atau rangka kendaraan belum dicat akan diproduksi di fasilitas JAC di Hefei, China, sebelum dikirim ke Italia untuk perakitan akhir.

Perakitan akhir mencakup pemasangan interior mewah dan kalibrasi sasis.

Sumber menyebut Maserati tetap memegang kekuasaan pengambilan keputusan signifikan terkait distribusi internasional.

Timur Tengah, Italia, Prancis, dan Jerman diidentifikasi sebagai pasar target awal.

Strategi ini juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sumber daya produksi di pabrik bersejarah Maserati di Cassino dan Modena.

Kolaborasi ini hadir pada titik kritis bagi Maserati.

Pada 2025, pengiriman global merek ini turun di bawah 8.000 unit, merosot 80% dari puncak 2017 dan menjadi level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Kinerja keuangan juga menantang, dengan kerugian operasional yang disesuaikan sebesar 198 juta euro dan margin laba -27,3%.

CEO Stellantis Antonio Filosa sebelumnya mengakui kebutuhan akan mitra industri untuk mengamankan masa depan merek tanpa harus menjualnya.

Dengan mengintegrasikan teknologi cerdas Huawei dan kemampuan manufaktur JAC, Maserati berharap dapat mengatasi keterbatasan saat ini dalam riset dan pengembangan serta transformasi digital.

Tujuannya adalah mengembalikan kilau merek di pasar mewah global.

JAC adalah produsen mobil yang berbasis di Hefei, China, yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal karena memproduksi mobil mewah Maextro untuk HIMA milik Huawei.

Update Terbaru

Lihat semua