Studi iSeeCars menunjukkan harga mobil bekas 3 tahun melonjak 38,2% sejak 2019. Hyundai Elantra naik 56%, Toyota Camry 49,9%, dan hanya 11,4% mobil 3 tahun yang kini di bawah US$20.000.
Harga mobil bekas keluaran terbaru kini jauh lebih mahal dibandingkan tahun 2019.
Studi terbaru dari iSeeCars mengungkapkan bahwa mobil berusia tiga tahun rata-rata mengalami kenaikan harga sebesar 38,2 persen.
Rata-rata harga mobil bekas tiga tahun naik dari US$23.624 menjadi US$32.651 antara 2019 dan 2026.
Kenaikan ini setara dengan tambahan biaya sebesar US$9.027.
Dulu, anggaran US$20.000 sudah cukup untuk membeli mobil bekas yang masih tergolong baru.
Namun, kini hanya 11,4 persen mobil berusia tiga tahun yang harganya di bawah angka tersebut.
Pada 2019, hampir separuh (49,4 persen) mobil tiga tahun masih di bawah US$20.000.
Sekarang, porsi itu menyusut drastis, membuat pembeli harus merogoh kocek lebih dalam atau mencari mobil yang lebih tua.
Mobil Bekas di Bawah US$20.000 Makin Langka
Untuk menemukan mayoritas mobil bekas di bawah US$20.000, pembeli kini harus melihat mobil berusia tujuh tahun.
Pada usia tersebut, 53 persen mobil masih memenuhi kriteria harga tersebut.
Sementara itu, mobil berusia lima tahun hanya 26,6 persen yang harganya di bawah US$20.000. Ini menunjukkan bahwa mencari mobil bekas yang terjangkau semakin sulit.
Beberapa model populer mengalami kenaikan harga yang signifikan. Hyundai Elantra mencatat kenaikan tertinggi sebesar 56 persen, dari rata-rata US$12.295 menjadi US$19.178.
Toyota Camry naik 49,9 persen menjadi US$24.829, sementara Honda Civic naik 44,7 persen menjadi US$23.771.
Kenaikan ini membuat mobil-mobil tersebut semakin sulit dijangkau.
Mobil Mewah dan Pengecualian
Mobil mewah juga mengalami kenaikan harga yang lebih ekstrem. Porsche Cayenne naik 75,7 persen, dan Porsche 911 naik 74 persen.
Namun, ada beberapa pengecualian. Tesla Model X justru turun 17 persen, dan Land Rover Discovery Sport turun 2,4 persen.
Kenaikan harga ini sebagian besar disebabkan oleh melonjaknya harga mobil baru dan terhambatnya pasokan kendaraan baru selama pandemi Covid-19.
