Ford, GM, dan Stellantis memperingatkan usulan aturan konten AS sebesar 50 persen bisa menambah biaya miliaran dolar dan membuat mobil semakin mahal.
Ford, General Motors, dan Stellantis dilaporkan bersiap melobi pemerintah AS menjelang putaran baru perundingan dagang dengan Meksiko bulan depan.
Kekhawatiran utama mereka adalah usulan aturan yang mewajibkan kendaraan mengandung setidaknya 50 persen konten buatan AS untuk memenuhi syarat tarif lebih rendah.
Selain itu, ada kemungkinan kenaikan ambang batas konten Amerika Utara dari 75 persen menjadi lebih tinggi.
Menurut Reuters, dua pembuat mobil memperkirakan perubahan itu bisa menambah biaya setidaknya 2 miliar dolar AS per tahun bagi masing-masing perusahaan Detroit.
Beban itu akan menumpuk di atas tarif yang sudah membebani neraca keuangan mereka.
GM memperkirakan biaya kotor terkait tarif mencapai 2,5 hingga 3,5 miliar dolar AS tahun ini, sementara Ford memperkirakan dampak bersihnya sekitar 1 miliar dolar AS.
Dorongan Produksi Dalam Negeri dan Realitas Rantai Pasok
Di atas kertas, memaksa lebih banyak produksi ke AS tampak masuk akal.
Namun kenyataannya, mobil membutuhkan banyak komponen dari pemasok di seluruh dunia, termasuk Kanada, Meksiko, dan negara lain.
Mengubah persentase tarif tidak mengubah lokasi fisik pemasok. Meski begitu, kebijakan ini tetap menciptakan pengaruh.
Ford telah memberikan sinyal nyata dengan memindahkan produksi model Lincoln untuk pasar AS dari China ke pabrik Amerika.
CEO Jim Farley mengakui perusahaan segera menyadari bahwa pemerintahan AS serius tentang reshoring industri otomotif.
Namun, tiga besar otomotif AS memiliki keluhan lain. Mereka menilai pesaing asing memiliki jalur masuk yang lebih bersih ke pasar AS.
Dewan Kebijakan Otomotif Amerika mengatakan eksportir Jepang, Korea Selatan, dan Eropa menghadapi tarif flat 15 persen, sementara produsen domestik harus menghadapi berbagai bea masuk untuk kendaraan, suku cadang, baja, dan aluminium.
Situasi ini menjadi aneh karena kesepakatan yang awalnya dimaksudkan untuk memperkuat produksi Amerika Utara justru bisa membuatnya kurang kompetitif.
