otomotif1.com

GIFA METEC Indonesia 2026: Dorong Kemandirian Rantai Pasok Logam & Industri Aluminium

GIFA METEC Indonesia 2026: Dorong Kemandirian Rantai Pasok Logam & Industri Aluminium

Otomotif1.com, Jakarta, 19 Agustus 2026 l – Percepatan kemandirian komponen industri otomotif nasional, termasuk pendukung ekosistem kendaraan listrik, mendapat

Ukuran teks

Otomotif1.com, Jakarta, 19 Agustus 2026 l – Percepatan kemandirian komponen industri otomotif nasional, termasuk pendukung ekosistem kendaraan listrik, mendapatkan dorongan nyata melalui penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia 2026.

Pameran internasional ini akan berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), memasuki edisi ketiganya sebagai platform penghubung teknologi, investasi, dan pelaku industri di sepanjang rantai nilai logam.

Gambar artikel

 

Diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia (bagian dari Informa Markets), acara ini mempertemukan sekitar 260 peserta pameran dan diprediksi dikunjungi 6.000 profesional industri, mulai dari teknologi pengecoran logam, metalurgi, besi baja, logam non-ferrous, otomasi, hingga solusi manufaktur berkelanjutan.

Kehadiran pameran ini sangat relevan bagi sektor otomotif, mengingat aluminium kini menjadi material kunci dalam pembuatan rangka ringan, komponen bodi, hingga bagian pendukung baterai kendaraan listrik.

“Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk integrasi rantai pasok otomotif serta transisi energi. Aluminium Pavilion yang baru ini merespons kebutuhan pasar akan hubungan yang lebih erat antara produksi aluminium primer dan manufaktur hilir,” ujar Lars Wismer, Managing Director Messe Düsseldorf Asia.

Saat ini, kapasitas terpasang smelter aluminium milik PT Inalum (Persero) diproyeksikan mencapai 1,975 juta ton pada 2026, sementara kebutuhan domestik aluminium primer baru sekitar 520.000 ton per tahun. Kelebihan kapasitas ini membuka peluang besar bagi industri otomotif untuk beralih dari impor komponen olahan menjadi memanfaatkan pasokan dalam negeri, asalkan didukung teknologi pengolahan lanjutan.

Gambar artikel

Kebutuhan tersebut juga sejalan dengan lonjakan investasi hilirisasi: pada semester satu 2026, subsektor logam dasar, barang logam, mesin dan peralatan mencatat investasi US$8,44 miliar atau 14,9% dari total investasi nasional. Khusus hilirisasi bauksit pada kuartal II-2026 mencapai US$2,25 miliar, naik 193% dibanding periode yang sama sebelumnya.

“Industri pengerjaan logam dan permesinan Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih seiring berkembangnya kapasitas manufaktur domestik. Kami memandang GIFA dan METEC Indonesia sebagai pelengkap agenda hilirisasi yang mendukung kemandirian industri,” tambah Dadang Asikin, Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA).

Untuk menjawab kebutuhan spesifik ini, GIFA dan METEC Indonesia 2026 menghadirkan Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya, yang menampilkan solusi peleburan, pengecoran, pemotongan presisi, daur ulang, hingga pembuatan paduan aluminium yang langsung bisa diadopsi oleh produsen komponen dan pabrikan kendaraan.

Gambar artikel

Pameran ini juga menjadi ruang pertemuan antara produsen logam, penyedia teknologi, dan pelaku otomotif untuk menyusun kemitraan jangka panjang, menjamin kualitas pasokan, serta menyesuaikan spesifikasi material sesuai standar industri kendaraan nasional maupun ekspor.

Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi www.gifa-indonesia.com | www.metec-indonesia.com. (*) [sny]

Update Terbaru

Lihat semua