Harga rata-rata mobil baru di AS mencapai $49.855 pada Juli 2026, tertinggi tahun ini. Insentif turun ke $3.192 per unit, terendah sejak Januari.
Harga rata-rata mobil baru di Amerika Serikat mencapai US$49.855 pada Juli 2026, level tertinggi sepanjang tahun ini.
Angka ini naik 0,2 persen dibanding Juni dan 1,9 persen dari Juli 2025, menurut analisis Cox Automotive yang mengutip data Kelley Blue Book.
Kenaikan ini terjadi meski biasanya Juli justru membawa penurunan harga bulanan.
Insentif Menyusut, Stok Mengetat
Di sisi lain, insentif yang ditawarkan produsen mobil justru menurun.
Rata-rata insentif turun menjadi US$3.192 per kendaraan, setara 6,4 persen dari harga transaksi rata-rata.
Angka ini lebih rendah dari 7 persen pada Juni dan 7,3 persen setahun lalu, menandai penurunan bulan kedua berturut-turut dan level terendah sejak Januari.
Penyebabnya, stok kendaraan semakin menipis.
Pasokan yang tersedia mencapai 2,73 juta unit memasuki Agustus, turun 3,5 persen dari bulan sebelumnya.
Sementara itu, days' supply turun dari 82 menjadi 75 hari, menandakan mobil lebih cepat terjual.
Kenaikan Harga Bervariasi antar Merek
Beberapa merek mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Stellantis mencatat harga transaksi rata-rata US$58.423, melonjak 11 persen dibanding Juli tahun lalu.
Merek Jeep di dalam grup Stellantis naik 10 persen.
Lincoln melonjak 13 persen menjadi US$77.714, sementara Porsche naik 8,8 persen menjadi US$129.423.
Namun, ada kabar baik: pembeli semakin beralih ke kategori yang lebih murah seperti mobil kompak dan SUV kecil.
Harga rata-rata mobil kompak mencapai US$27.904, sedangkan subkompak SUV US$31.052.
Pembeli mobil listrik juga merasakan dampaknya.
Harga transaksi rata-rata EV naik menjadi US$56.126, sementara insentif listrik turun 24 persen dari tahun lalu menjadi US$6.626.
Insentif Tesla saja turun hampir 34 persen secara tahunan.
Dengan kondisi ini, konsumen yang berencana membeli mobil baru musim panas ini harus bersiap menawar lebih keras.
