otomotif1.com

Suzuki e Sky: Mobil Kei Listrik Jepang dengan Jarak Tempuh 310 km dari Baterai 26 kWh

Suzuki e Sky, mobil kei listrik terbaru dari Suzuki
Suzuki e Sky: Mobil Kei Listrik Jepang dengan Jarak Tempuh 310 km dari Baterai 26 kWh

Suzuki resmi merilis e Sky, mobil kei listrik untuk Jepang dengan jarak tempuh 310 km dari baterai 26 kWh. Mulai dijual musim gugur 2026, menyusul Eropa dan Inggris pada 2027.

Ukuran teks

Suzuki telah memperkenalkan e Sky, mobil kei listrik terbaru untuk pasar Jepang. Model ini diklaim memiliki jarak tempuh hingga 310 km (193 mil) dari baterai berkapasitas kecil.

e Sky merupakan versi produksi dari konsep Vision e-Sky yang pernah dipamerkan.

Mobil ini dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026, kemudian menyusul Eropa dan Inggris pada 2027.

Dengan kehadirannya, e Sky menjadi mobil listrik produksi ketiga Suzuki setelah e Vitara dan e Every.

Model ini juga menjadi entri pertama Suzuki di segmen mobil penumpang kei listrik yang sedang berkembang pesat di Jepang.

Desain Lebih Sederhana dari Konsep

Secara visual, e Sky terlihat seperti evolusi dari konsep 2025, namun dengan beberapa penyederhanaan.

Lampu LED utama kini lebih besar dengan latar gelap, dan gril menyala digantikan trim hitam.

Bagian samping tetap setia pada konsep, tetapi menggunakan velg lebih kecil, spion lebih besar, dan gagang pintu konvensional ala Suzuki Alto.

Atap melayang dan trim bodi di pilar C tetap dipertahankan.

Di belakang, perubahan terlihat pada lampu belakang LED yang lebih besar, gagang bagasi yang terlihat, dan cladding bodi di bumper belakang.

Dimensinya mematuhi regulasi kei car: panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm.

Interior Fungsional dengan Layar 10,1 Inci

Dashboard e Sky mengusung tata letak yang familier, tetapi material dan detailnya lebih sederhana dibanding konsep. Pilihan material dibuat dengan pertimbangan biaya, menggantikan aksen futuristik dan lampu ambient.

Fitur utamanya termasuk layar infotainment 10,1 inci, panel instrumen digital, tuas transmisi otomatis konvensional, dan panel khusus untuk kontrol iklim.

Tersedia pula baki praktis di sisi penumpang, kursi dan setir berpemanas, rem parkir elektronik, serta heat pump dengan pemanas udara listrik untuk efisiensi di musim dingin Jepang.

Seperti kebanyakan kei car, e Sky memiliki kabin empat kursi dengan bagasi kecil.

e Sky menggunakan arsitektur Heartect e yang dirancang untuk EV perkotaan. Menurut media Jepang, mobil ini ditenagai oleh e-Axle depan yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan transmisi.

Suzuki belum mengumumkan output tenaganya, tetapi batas maksimum untuk kei car adalah 63 hp (47 kW / 64 PS).

Energi disimpan dalam baterai lithium iron phosphate 26 kWh yang dipasang di bawah lantai.

Meski kapasitasnya kecil, jarak tempuh 310 km lebih tinggi dibanding kei car listrik Jepang lainnya.

Namun, masih sedikit di bawah BYD Racco yang menawarkan hingga 320 km dengan baterai 35,84 kWh.

Angka impresif tersebut dicapai berkat aerodinamika, efisiensi motor, dan pengurangan bobot. e Sky memiliki bobot 1.030 kg (2.271 pon).

Pengisian daya penuh memakan waktu 8 jam melalui stopkontak rumah standar, atau 4,5 jam dengan wallbox 6 kW.

Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC 50 kW yang mengisi 80% dalam 25 menit, serta fitur Vehicle-to-Home (V2H) dengan output AC 100V/1500W untuk perangkat eksternal.

Di Jepang, e Sky akan bersaing dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco.

Pasar ekspor Eropa dan Inggris akan dimulai pada 2027, dengan pesaing seperti Renault Twingo E-Tech, Dacia Spring, dan versi produksi dari konsep VW ID.

Every1.

Update Terbaru

Lihat semua