Dreame, produsen vacuum cleaner asal China, dilaporkan menutup divisi mobilnya setelah setahun beroperasi. Karyawan menyusut drastis, dan konsep supercar disebut palsu.
Dreame, perusahaan vacuum cleaner asal China, dikabarkan menghentikan operasi divisi mobilnya. Kabar ini muncul kurang dari setahun setelah mereka mengumumkan ambisi besar di industri otomotif.
Menurut laporan China Economy, jumlah karyawan di divisi mobil Dreame yang sempat mendekati 1.000 orang kini tinggal beberapa puluh.
Mereka hanya bertugas untuk menyelesaikan proses penutupan.
Dreame pertama kali menarik perhatian pada Agustus 2025 dengan merilis gambar mobil pertama mereka.
Desainnya disebut-sebut meniru Bugatti Chiron, dan kemudian mereka juga memamerkan SUV yang mirip Rolls-Royce Cullinan.
Pada awal 2026, divisi 'Starry Sky' mereka memamerkan konsep supercar di CES.
Namun, belakangan terungkap bahwa mobil tersebut tidak memiliki sasis yang layak dan harus digerakkan dari jarak jauh.
Mantan karyawan mengungkapkan bahwa mobil roket yang dipamerkan sebenarnya berasal dari perusahaan pembuat model. Mobil itu kemudian dimodifikasi dengan sasis dan pendorong agar terlihat meyakinkan.
Selain masalah teknis, pengawasan pemerintah China terhadap investasi juga disebut mempersulit bisnis ini.
Dreame akhirnya memutuskan untuk kembali fokus pada bisnis utamanya, seperti vacuum cleaner, robot pemotong rumput, dan sepeda listrik.
Keputusan ini mengingatkan pada langkah Porsche yang memangkas proyek sampingan untuk fokus pada mobil sport.
Dreame tampaknya memilih untuk 'membersihkan' masalahnya sendiri, dan mereka punya alat yang tepat untuk itu.
