Pemilik Honda Clarity mengaku harus membayar hampir $3.000 untuk perbaikan kamera depan yang bermasalah. Gugatan class action diajukan di California.
Seorang pemilik Honda Clarity di Amerika Serikat mengaku harus merogoh kocek hampir US$3.000 untuk memperbaiki kamera depan yang bermasalah.
Masalah pada sistem kamera depan ini disebut memicu munculnya berbagai peringatan dan bahkan bisa membuat sistem mati total.
Dua gugatan class action telah diajukan di California dalam beberapa bulan terakhir terkait masalah ini.
Gugatan Class Action Terhadap Honda
Gugatan terbaru diajukan oleh Beverly Mason, warga Virginia, di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Tengah California.
Ia menuntut Honda karena sistem Honda Sensing yang mengandalkan kamera depan di kaca depan dinilai bermasalah.
Sistem ini seharusnya mendeteksi bahaya di jalan, menjaga posisi lajur, dan mengurangi risiko tabrakan.
Namun, sistem tersebut bisa tidak berfungsi dengan baik, memicu berbagai pesan peringatan, atau bahkan gagal total.
Mason membeli Honda Clarity 2018 pada 2019 dan mulai menerima banyak peringatan tentang fungsi Honda Sensing pada Desember tahun lalu.
Ia mengaku harus membayar hampir US$3.000 untuk memperbaiki kamera dan sistem keselamatan, namun tidak ada jaminan masalah tidak akan muncul lagi.
Model yang terdampak dalam gugatan ini meliputi Honda Odyssey 2018-2025, Pilot 2018-2025, Civic 2022-2025, HR-V 2023-2025, dan Clarity 2018-2021.
Gugatan ini diajukan kurang dari dua bulan setelah gugatan class action terpisah terhadap Honda dengan tuduhan serupa juga diajukan di California.
Gugatan sebelumnya menyebut lima penggugat yang mengalami masalah dan menerima pesan peringatan seperti 'brake hold system problem', 'adaptive cruise control problem', dan 'road departure mitigation system problem'.
Gugatan terbaru ini melangkah lebih jauh dengan mengklaim bahwa Honda mengetahui atau seharusnya mengetahui kamera tersebut cacat.
Honda disebut tetap menjual model yang terdampak di dealer dan membiarkan pembeli mencari tahu sendiri masalahnya.
