OTOMOTIF1.com -Ngak Ketinggalan, Honda Siap Hadirkan Mobil Listrik di Indonesia, Ini Bocoran Waktu Peluncuran dari Bos Honda
Jika diberi pilihan, netizen lebih memilih Honda HR-V Listrik atau HR-V Hybrid untuk masuk ke Indonesia? Bos Honda Indonesia memberikan sedikit bocoran terkait hal ini.
Mobil Listrik 'HR-V listrik' ini menggunakan platform sepenuhnya baru dan berbeda dengan HR-V.
"e:N ini sama sekali platform baru," ungkap Tetsuya Mitani, Large Product Leader (LPL) di R&D Center Honda Motor (China).
Pengembangan 'HR-V listrik' ini dilakukan di China dan dikenal sebagai Honda e:N full BEV. Kodenya adalah e:Ny1 untuk Eropa, e:NP1 dan e:NS1 untuk China.
Semua unit diproduksi di China dan dijual dengan harga sekitar Rp 500 jutaan. Kendaraan ini juga telah dijual di Eropa dengan kisaran harga sekitar Rp 700-800 jutaan.
Platform yang digunakan oleh e:N adalah model terbaru yang akan menjadi dasar untuk 30 kendaraan listrik (BEV) Honda pada tahun 2030.
Lalu, bagaimana dengan Honda HR-V hybrid?
Untuk informasi, LSUV ini sudah dijual di negara-negara ASEAN, termasuk di Thailand pada November 2021.
Spesifikasi Honda HR-V e:HEV ini mencakup mesin bensin 1.500 cc, motor listrik dengan total daya 215 dk, dan konsumsi bahan bakar sekitar 25,6 km/liter.
Harganya berkisar antara Rp 390-480 juta dan memiliki 3 model. Selain itu, baterainya memiliki garansi selama 10 tahun.
Kapan Mobil Listrik Honda Meluncur di Indonesia?
Yusak Billy, Direktur Bisnis Inovasi, Penjualan, dan Pemasaran Honda Prospect Motor (HPM), menjelaskan bahwa persiapan untuk elektrifikasi membutuhkan waktu sekitar 1 tahun.
Kapan mungkin model ini akan masuk ke Indonesia?
Yusak Billy memberikan jawaban yang diplomatis, "Untuk elektrifikasi, diperlukan persiapan sekitar 1 tahun."
Dia menambahkan bahwa prosesnya akan memerlukan waktu.
Secara garis besar, untuk memperkenalkan Honda HR-V listrik atau BEV, dibutuhkan waktu yang cukup panjang.
Saat ini, model tersebut hanya diproduksi di China dan belum ada catatan impor dari China ke Indonesia.
Jika negara-negara di wilayah ASEAN tertarik, mungkin ada negara yang akan memproduksinya, seperti Thailand atau Indonesia.
Namun, untuk model e:HEV alias hybrid, sudah dipasarkan di negara-negara ASEAN. Selain itu, ada pertimbangan skala produksi agar ekonomis.
Sebagai contoh, untuk mobil bermesin bakar (ICE), setidaknya produksi dalam negeri atau ekspor minimal sekitar 30 ribu unit per tahun.
Selanjutnya, harga dan pajak akan dihitung berdasarkan faktor-faktor tersebut.
