Geely meluncurkan Panda Mini Karting Edition di China dengan baterai CATL 17,2 kWh. Harga mulai 43.900 yuan atau sekitar Rp 76 jutaan.
Geely resmi meluncurkan varian terbaru Panda Mini bernama Karting Edition di China pada 7 September 2026.
Mobil listrik mungil ini dibanderol mulai 43.900 yuan (sekitar Rp 76 jutaan) setelah dipotong diskon terbatas.
Pembaruan terbesar dari Panda Mini Karting Edition terletak pada penggunaan baterai LFP berkapasitas 17,2 kWh buatan CATL.
Baterai ini menggantikan paket 17,03 kWh dari Gotion yang digunakan sebelumnya.
Geely mengklaim baterai anyar tersebut telah melewati 76 tes keamanan.
Dengan baterai ini, Panda Mini mampu menempuh jarak hingga 210 km dalam kondisi CLTC, atau sekitar 172 km dalam standar WLTP.
Desain Sporty dan Fitur Pendukung
Sesuai namanya, Karting Edition tampil lebih sporty berkat tambahan front lip dan sayap belakang besar di atap.
Namun, elemen tersebut murni dekoratif karena kecepatan maksimalnya hanya 100 km/jam.
Mobil ini memiliki dimensi 3150/1540/1685 mm dengan jarak sumbu roda 2.015 mm. Tersedia lima pilihan warna eksterior: oranye, hitam, abu-abu, putih, dan pink.
Di dalam kabin, terdapat dua skema warna, yaitu hitam-putih dan pink-putih.
Panel instrumen LCD 9,2 inci dan layar sentuh 8 inci menjadi andalan, dilengkapi kamera mundur, sensor parkir belakang, dan dua airbag depan.
Kapasitas bagasi mencapai 69 liter. Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal di poros belakang dengan tenaga puncak 30 kW (40 hp).
Baterai CATL dapat diisi dengan pengisian cepat DC 22 kW, membutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi dari 30% hingga 80%.
Harga normal sebelum diskon adalah 49.900 yuan (sekitar Rp 86 jutaan).
Panda Mini pertama kali diluncurkan di China pada Februari 2023 sebagai jawaban Geely atas Wuling Hongguang Mini EV, Chery QQ Ice Cream, dan Changan Lumin.
Model entry-level saat itu dibanderol 39.900 yuan.
Menurut China EV DataTracker, total pengiriman domestik Panda Mini mencapai 426.704 unit.
Namun, penjualan dari Januari hingga Juli 2026 hanya 23.377 unit, turun 77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
