BYD dilarang masuk ke Kadena Air Base di Okinawa, Jepang, mulai Senin. Personel keamanan diminta menolak semua kendaraan BYD, termasuk taksi dan kendaraan pengantar.
Kendaraan BYD dilarang masuk ke Kadena Air Base di Okinawa, Jepang, mulai Senin. Larangan ini diberlakukan karena kekhawatiran keamanan.
Media Asia melaporkan bahwa personel keamanan telah diminta menolak semua kendaraan BYD. Larangan itu mencakup taksi, kendaraan pengantar, dan kendaraan kontraktor.
Letnan Kolonel Alli Stormer dari pangkalan Kadena menyatakan bahwa kendaraan tersebut menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimitigasi terhadap personel serta misi mereka.
Stormer tidak mengungkapkan pemicu spesifik di balik kebijakan ini.
Namun, laporan yang beredar menyebut kekhawatiran bahwa kamera dan sensor pada mobil, truk, serta SUV BYD modern dapat menangkap informasi militer sensitif dari pangkalan.
BYD dalam Daftar Pentagon
BYD sudah masuk dalam daftar perusahaan yang dianggap Pentagon mendukung militer China.
Dokumen yang diperbarui pada Juni lalu juga mencantumkan Nio, Alibaba, dan Baidu sebagai pihak yang dicurigai memiliki keterkaitan serupa.
Saat ini mobil merek China tidak tersedia di Amerika Serikat karena tarif tinggi dan pembatasan perangkat lunak.
Polestar, yang dimiliki Geely, harus keluar dari pasar AS setelah model year 2026 akibat persoalan perangkat lunak.
Beberapa anggota parlemen AS tengah berupaya mengesahkan undang-undang yang memastikan mobil China dilarang secara permanen. Sementara itu, kekhawatiran serupa juga sempat muncul di China.
Pada 2021, kendaraan Tesla sempat dilarang masuk ke sejumlah lokasi pemerintah China. Larangan itu dicabut pada 2024 setelah Tesla buatan China memenuhi persyaratan keamanan data negara tersebut.
Meski belum dijual di AS, BYD dan merek China lain mencatat penjualan kuat di kawasan lain seperti Eropa.
Di Jepang, performa BYD terbilang kurang gemilang dengan pangsa pasar hanya 0,1 persen.
Untuk meningkatkan pangsa pasar, BYD meluncurkan Racco, sebuah mobil listrik kei car.
