Subaru akan menghentikan penjualan mobil bensin di Eropa setelah 2027 dan fokus menjual kendaraan listrik karena regulasi emisi yang semakin ketat.
Subaru akan menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin di Eropa setelah tahun 2027.
Langkah ini diambil karena regulasi emisi yang semakin ketat di kawasan tersebut.
Dengan demikian, Subaru akan fokus menjual kendaraan listrik (EV) saja di pasar Eropa.
Alasan di Balik Keputusan Subaru
Regulasi emisi yang makin ketat menjadi faktor utama yang mendorong Subaru meninggalkan model berbahan bakar bensin di Eropa.
Produsen mobil asal Jepang ini harus menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku agar tetap bisa beroperasi di pasar tersebut.
Keputusan ini juga menandai pergeseran strategi Subaru di Eropa menuju elektrifikasi penuh.
Sebelumnya, Subaru masih menjual berbagai model bensin di Eropa, namun setelah 2027 tidak akan ada lagi model tersebut.
Langkah Subaru ini sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin beralih ke kendaraan listrik.
Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai model EV apa saja yang akan dijual Subaru di Eropa setelah 2027.
Subaru selama ini dikenal sebagai merek yang masih mengandalkan model berbahan bakar bensin di Eropa, sehingga keputusan meninggalkan segmen tersebut menjadi perubahan besar bagi jaringan penjualannya di kawasan itu.
Regulasi emisi yang terus diperketat membuat produsen mobil dituntut menyesuaikan lini produk agar tetap memenuhi standar yang berlaku.
Dengan fokus penuh pada kendaraan listrik, Subaru menempatkan elektrifikasi sebagai arah utama strateginya di pasar Eropa setelah 2027.
Meski demikian, rincian mengenai lini EV yang akan ditawarkan di Eropa belum diungkap, sehingga konsumen masih menantikan informasi lanjutan dari merek asal Jepang tersebut.
