Jaecoo menyebut roda kanan depan J5 EV lepas akibat menabrak kanstin dan pembatas jalan di Jakarta, di tengah sorotan kasus as roda Omoda 5 di Malaysia.
Sebuah Jaecoo J5 EV kehilangan roda kanan depannya di Jakarta Pusat pada 4 November, menurut hasil pemeriksaan teknis pabrikan.
Insiden ini muncul saat perhatian kembali tertuju pada Chery Group setelah kasus as roda belakang Omoda 5 dan kampanye penarikan di Malaysia yang mencakup 8.878 kendaraan.
Rekaman SUV listrik yang rusak itu beredar di media sosial Indonesia dan memicu perbandingan dengan kasus di Malaysia.
Kronologi di Jalan KH Mas Mansyur
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.20 WIB pada 4 November di Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Rekaman yang dibagikan pengendara memperlihatkan Jaecoo J5 EV hitam berhenti di samping median beton yang ditinggikan, dengan rakitan roda kanan depan terlepas dari kendaraan.
Komponen suspensi dan potongan bumper terlihat di badan jalan, sementara sebagian pembatas pinggir jalan juga rusak.
Beberapa laporan awal di Indonesia menyebut roda yang lepas sebagai roda kanan belakang. Jaecoo kemudian mengklarifikasi bahwa rakitan yang terdampak berada di sudut kanan depan.
Versi Jaecoo dan Sorotan Kasus Omoda 5
Jaecoo Indonesia menyatakan tim teknisnya memeriksa kendaraan setelah berkomunikasi dengan pemilik.
Perusahaan menyimpulkan SUV tersebut menabrak kanstin dan pembatas jalan sebelum roda terlepas, dan menyebut pelepasan itu sebagai akibat benturan, bukan penyebabnya.
Pemeriksaan menemukan kerusakan pada bumper kanan depan, fender, dan pintu penumpang depan. Jaecoo menyatakan tidak menemukan indikasi cacat produk menyebabkan insiden tersebut.
Tim purnajualnya berkoordinasi dengan pemilik untuk perbaikan dan penggantian suku cadang. Belum ada laporan investigasi independen atas insiden di Jakarta itu.
Di Malaysia, Departemen Pengangkutan Jalan (JPJ) menangguhkan sementara Vehicle Type Approval (VTA) Omoda 5 pada 11 Oktober 2026, menunda registrasi baru selama penyelidikan.
Chery mengumumkan kampanye penarikan untuk varian Omoda 5 C dan H, dan pada 14 Oktober mengonfirmasi cakupan 8.878 kendaraan dengan pemeriksaan serta penggantian komponen terdampak.
Kampanye itu menyusul insiden lepasnya as roda belakang Omoda 5 di Malaysia. Isu tersebut juga mendorong permintaan maaf publik dari Chairman Chery Yin Tongyue.
Pada 21 Oktober, ia meminta maaf kepada menteri investasi, perdagangan, dan industri Malaysia terkait kekhawatiran kualitas kendaraan.
Omoda 5 sebelumnya menghadapi kampanye terkait as roda pada Mei 2024, ketika 600 kendaraan dipanggil untuk pemeriksaan pencegahan.
Chery kemudian mengidentifikasi 60 kendaraan yang dilengkapi komponen as roda terdampak dari batch produksi 15 Agustus 2023, dan menyebut masalah itu disebabkan ujung las yang salah kalibrasi.
Kasus di Malaysia melibatkan as roda belakang Omoda 5, sedangkan Jaecoo mengaitkan lepasnya roda kanan depan J5 EV di Jakarta dengan benturan pada infrastruktur pinggir jalan.
Kedua insiden belum dihubungkan.
Data Gaikindo menunjukkan Jaecoo J5 EV mencatat 26.635 pengiriman grosir di Indonesia antara Januari dan September 2026, menjadikannya model penumpang listrik terlaris di negara itu menurut Antara.
