
Gamal Putra SE berpose bersama mobil klasik Fiat tahun 1952|sny/otomotif1.com|Wibz/oto1
ICE 2024 akan di ramu sedemikian rupa dengan eksklusifitas tinggi mengingat segmentasi kehadiran yang terbatas dirangkai dengan pagelaran Fashion Show dari koleksi Nina Nugroho serta penampilan artis juga akan turut memeriahkan acara ini.
Selain pameran mobil dan motor klasik, ICE 2024 juga akan memberikan kesempatan kepada para penggemar mobil–motor klasik, serta para kolektor dan pemilik kendaraan klasik untuk dapat bertemu dan melakukan transaksi jual-beli selama pameran berlangsung namun semua harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.
“Silahkan bertaransaksi jika ada yang diminati, panitia akan memfasilitasi transaksi jual-beli yang terjadi,” pungkas Gamal.

Harley Davidson WLA - 1947|sny/otomotif1.com|Wibz/oto1
Untuk menambah kesan elegan, panitia sudah mempersiapkan dekorasi ethnic ala timur tengah dan akan ditunjang pula dengan Premium Entertainment serta stand Exclusive Brands dan lainnya.
“Bagi sosialita yang hobi mengkoleksi barang-barang branded kami juga sudah menyiapkan booth untuk barang-barang branded seperti tas-tas branded dan lain-lain. Beberapa sudah menyatakan kesiapannya dan melakukan konfirmasi ke kami untuk ikut serta dalam acara ini,” tukas Gamal.
“Beberapa kolektor juga sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut dalam acara ini, tapi kami masih melakukan seleksi lewat kurator yang berpengalaman” tegas Gamal.

Moto Guzzi V8 - 1955|sny/otomotif1.com|Wibz/oto1
Sutrisno Buyil, Ketum FORWAN mengatakan, “Kegiatan ini memang diluar kebiasaan dari yang sering kami lakukan, namun ini adalah inovasi dari kami kepada masyarakat khususnya anggota FORWAN dalam menggalang kreatifitas organisasi dan penggalangan dana kas. Bagi kami ini adalah cara cerdas hasil buah fikir dari pak Gamal Putra selaku Dewan Pertimbangan yang ingin melihat FORWAN terus tumbuh dan menjadi lebih besar dari sekarang.”
“Kami belum mengkategorikan jenis dan tahun berapa yang bisa mengikuti pameran ini. Tapi yang jelas kami akan melihat ke-otentikan dari sebuah kendaraan sehingga itu layak disebut sebagai kendaraan klasik. Kami akan mengikuti arahan dan pendapat para curator yang lebih memahami kategori mana yang masuk dalam kategori kolektor klasik dan penggemar klasik,” tutup Gamal.
***[sny]
