OTOMOTIF1.com

Miris! Pemerintah Masih Abaikan Angkutan Jalan Perintis

Miris! Pemerintah Masih Abaikan Angkutan Jalan Perintis
Angkutan Jalan Perintis masih menjadi urat nadi perekonomian bagi masyarakat daerah hingga di pedalaman • sny-otomotif1.com
Ukuran teks

Saat ini, sebagian besar armada bus perintis sudah berusia tua dan tidak laik jalan. Rata-rata pengadaan bus tahun 2016, bahkan masih ada tahun 2012 masih dioperasikan, karena belum ada armada pengganti.


Transportasi Angkutan Perintis seringkali harus melintasi sungai|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz

Hal itu semestinya harus segera diganti dengan kendaraan baru. Sebelumnya untuk mengoperasikan angkutan jalan perintis, armadanya diberikan oleh pemerintah. Sekarang tidak ada pembelian lagi.

Namun, PMN (penyertaan modal negara) sudah berkali-kali diusulkan oleh Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), tetapi belum disetujui oleh pemerintah dan DPR tahun lalu dicoret lagi.

Di satu sisi kendaraan yang ada sudah tidak laik jalan, sedangkan di sisi lain warga di daerah pelosok membutuhkan, dilematis. Damri itu sampai sekarang belum pernah mendapatkan PMN.

Di sisi lain, regulasi mengenai angkutan jalan perintis itu sendiri juga dapat membebani Perum DAMRI.

Sebagai contoh, subsidi diberikan untuk angkutan jalan perintis dengan hitungan tingkat keterisian 70 persen saja. Artinya, Perum. DAMRI harus menanggung biaya operasional sebesar 30 persen.


Seperti inilah rute perjalanan yang harus ditempuh oleh angkutan perintis|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz

Padahal dalam kenyataan di lapangan, terutama untuk daerah-daerah 3TP (teringgal, terdepan, terluar dan perbatasan), tingkat keterisiannya tidak mencapai 30 persen. Perum DAMRI harus menutup biaya operasional yang tidak dapat ditutup dari pendapatan tiket.

Halaman 3 dari 7: 1 2 3 4 5 6 7

Update Terbaru

Lihat semua