Sementara itu, Jawa Timur menonjol lewat aktivitas perdagangan antar wilayah yang padat, dengan New Carry menjadi mitra Andalan para pelaku usaha mikro dan menengah di area urban maupun sub-urban.
Dari sisi demografi, sebagian besar pembeli New Carry adalah pelaku usaha menengah yang mengandalkan kendaraan untuk kegiatan operasional harian. Sebagian besar berasal dari sektor perdagangan, seperti distributor bahan bangunan, makanan dan kebutuhan pokok, serta sektor jasa seperti logistik, antar jemput barang, hingga servis keliling.
“Kami melihat bahwa tren pertumbuhan kendaraan usaha kecil akan terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan distribusi di berbagai sektor usaha. New Carry merupakan pilihan utama pelaku usaha untuk menjalankan rutinitas distribusi mereka, dengan kelebihan seperti daya angkut besar, konsumsi BBM efisien, dan biaya perawatan yang ramah bagi
operasional bisnis,” tutup Randy.
