BMW 5 Series kehilangan hingga $36.000 (Rp 570 juta) dalam lima tahun. Mobil mewah ini bisa dibeli bekas dengan harga mulai $25.100, menawarkan performa dan teknologi setara baru.
Mobil sedan mewah biasanya memiliki harga tinggi saat baru, namun depresiasi yang tajam membuatnya terjangkau di pasar bekas.
Salah satu contohnya adalah BMW 5 Series yang kehilangan hingga $36.000 dalam lima tahun.
>>> Benda Napoleonbob 500: Cruiser Buatan Pabrik dengan Gaya Kustom
Menurut data CarEdge, BMW 5 Series kehilangan rata-rata 49 persen nilainya dalam lima tahun pertama.
Angka ini setara dengan kerugian tahunan rata-rata $19.356, dan akumulasi lima tahun mencapai $30.157.
Namun, data pasar menunjukkan penurunan lebih besar.
Model 2021 BMW 530i dengan harga baru $55.195 kini dijual bekas sekitar $25.200, sementara M550i xDrive dari $77.795 menjadi $40.500.
Mengapa Sedan Mewah Cepat Terdepresiasi?
Sedan mewah mengalami depresiasi tertinggi di dunia otomotif. Pembeli baru cenderung mengutamakan teknologi, garansi, dan gengsi, bukan nilai jual kembali jangka panjang.
Kemunculan generasi baru dengan fitur lebih canggih membuat model lama terasa usang, meski performanya masih unggul. Biaya perawatan tinggi setelah garansi habis juga menekan harga bekas.
>>> Harga Mobil Baru Diprediksi Naik Tahun Ini, AI Jadi Biang Kerok
Pergeseran pasar ke SUV serta biaya perbaikan komponen canggih seperti suspensi adaptif dan elektronik semakin mempercepat penurunan nilai sedan mewah.
Yang Didapat Setelah Orang Lain Membayar Depresiasi
Membeli BMW 5 Series 2021 bekas tidak berarti mengorbankan banyak hal.
