Diskusi INSTRAN Bahas Arah Transportasi Publik 2026, Hadirkan Pakar hingga Komunitas Pejalan Kaki
Ilustrasi; Transportasi publik Transjakarta melayani kebutuhan angkutan massal untuk warga Jakarta-sny-otomotif1.com-Foto: Dok. Wibz
Otomotif1.com l — Isu keberlanjutan transportasi publik kembali menjadi sorotan menjelang 2026. Melalui diskusi publik bertajuk Catatan Transportasi Awal Tahun 2026: Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran, INSTRAN (Inisiatif Strategis Transportasi).
Menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pakar tata kota, hingga perwakilan komunitas pengguna jalan.

Diskusi Publik INSTRAN yang dihadiri oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya dalam hal transportasi publik|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Diskusi ini menghadirkan Ki Dharmaningtyas selaku Founder INSTRAN, yang membuka acara dengan memaparkan gambaran umum kondisi transportasi nasional.
Ia menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang berpotensi berdampak pada kualitas layanan angkutan umum, terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi.
Sebagai pembicara utama, Ketua Dewan Pembina INSTRAN, Prof. Bambang Susantono, menegaskan bahwa transportasi publik tidak boleh diposisikan sekadar sebagai fasilitas pelengkap, melainkan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijaga keberlanjutannya.

Prof. Bambang Susantono saat memberikan paparan dalam acara Diskusi Publik INSTRAN|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
“Mobilitas bukan sekadar soal berpindah tempat, tetapi merupakan hak dasar yang harus dijamin melalui transportasi publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Bambang Susantono.
Menurutnya, sistem transportasi publik yang andal memiliki peran penting dalam menekan kemacetan, meningkatkan keselamatan jalan, serta mengurangi emisi kendaraan bermotor—isu yang juga menjadi perhatian dalam pengembangan mobilitas perkotaan modern.
Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Nirwono Yoga, Pakar Tata Kota, yang menyoroti pentingnya perencanaan kota berbasis transportasi publik.

Dari Kiri - Kanan: Moderator Heranisti Nasution, Nirwono Yoga, Alfred Sitorus, Prof. Bambang Susantono dalam acara diskusi publik INSTRAN|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada manusia, bukan semata pada kendaraan, agar mobilitas perkotaan dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, Yusa Cahya Permana, Ketua MTI Wilayah Jakarta, memaparkan perspektif kebijakan transportasi, khususnya terkait integrasi antar moda dan konsistensi regulasi agar layanan angkutan umum tetap kompetitif di tengah dominasi kendaraan pribadi.
Dari sudut pandang pengguna jalan, Alfred Sitorus, Koordinator Program KBB sekaligus perwakilan Koalisi Pejalan Kaki, mengingatkan bahwa transportasi publik yang baik harus didukung dengan infrastruktur ramah pejalan kaki.

Para narasumber dan peserta Diskusi Publik INSTRAN melakukan foto bersama usai acara diskusi|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. SonnyWibz
Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan non-motorized merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem transportasi yang inklusif.
Melalui diskusi ini, INSTRAN berharap wacana transportasi publik tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang mendukung mobilitas masyarakat secara aman, efisien, dan berkelanjutan di tahun 2026 dan seterusnya. (*) [sny]

