Tesla secara resmi mengumumkan dukungan FSD (Supervised) untuk pasar China, menandai langkah besar dalam ekspansi teknologi otonomnya secara global.
>>> Xpeng GX Meluncur di China, SUV Full-Size Flagship Seharga Rp670 Jutaan
Manual tersebut kini menyertakan pengenalan fungsional lengkap untuk FSD V14, seperti yang dilaporkan oleh Ifeng.
Secara teknologi, Tesla telah memulai penerapan FSD V14.3.3 di pasar luar negeri.
Sistem ini kini menawarkan penilaian spasial yang lebih presisi dan pengenalan rambu lalu lintas yang ditingkatkan.
Model Bisnis FSD di China
Di pasar Amerika Serikat, CEO Elon Musk mengumumkan transisi ke model berlangganan FSD yang hanya tersedia melalui langganan, dengan harga 99 USD per bulan dan uji coba gratis selama 30 hari.
Namun, di China, Tesla saat ini mempertahankan opsi pembelian satu kali untuk paket "Full Self-Driving" seharga 64.000 yuan (sekitar 9.400 USD).
Layanan berlangganan bulanan untuk pengguna di China belum diperkenalkan.
Perbedaan model bisnis ini mencerminkan strategi Tesla dalam menyesuaikan penawaran produknya dengan preferensi dan kondisi pasar lokal di China.
Penjualan Tesla di China menunjukkan dinamika pasar yang kompleks.
Pada April 2026, Tesla menjual 25.956 kendaraan di China, mengalami penurunan 9,7% secara tahunan dan 53,7% secara bulanan.
>>> Apresiasi Pelanggan, Astra Daihatsu Berikan Hadiah Umroh dan Mobil di Program Baru
Model Y menjadi kontributor terbesar dengan 22.990 unit, menjadikannya model terlaris ketiga di pasar China pada bulan tersebut.
