BYD mengajukan paten membran elektrolit komposit untuk baterai solid-state. China menargetkan produksi uji coba pada 2027, seiring persaingan ketat antar produsen baterai.
Lian mengidentifikasi stabilitas antarmuka solid-solid dan penekanan dendrit lithium sebagai hambatan teknis inti.
Ia juga menyatakan bahwa industri harus fokus pada pengembangan sistem rantai penuh daripada hanya mengoptimalkan sel baterai individu.
Pengungkapan sebelumnya dari BYD merujuk pada penerapan skala percontohan sekitar tahun 2027, bersamaan dengan pengembangan baterai sodium-ion generasi ketiga yang menargetkan 10.000 siklus pengisian daya.
>>> Bangun BMW M3 G80 dari Chasis Baru, Biaya Setara Honda Civic
Persaingan Baterai Solid-State China
Pengajuan terbaru BYD muncul saat beberapa produsen baterai China bergerak menuju prototipe solid-state berkapasitas lebih besar dan jalur percontohan.
Pada Maret, CALB mempresentasikan prototipe baterai all-solid-state 60 Ah dengan kepadatan energi melebihi 450 Wh/kg.
Chery juga mengungkapkan pengembangan baterai all-solid-state 60 Ah dengan kepadatan energi 400 Wh/kg dan pengujian integrasi kendaraan yang direncanakan pada 2027.
CATL juga telah mengungkapkan paten baterai solid-state berbasis sulfida dan target produksi percontohan sekitar tahun 2027.
GAC sebelumnya menyatakan bahwa sel solid-state tingkat otomotifnya di atas 60 Ah telah memasuki produksi skala kecil untuk pengujian validasi.
Volume pemasangan baterai BYD mencapai 10,49 GWh pada April 2026 dengan pangsa pasar 16,8%, dibandingkan dengan 12,84 GWh dan pangsa 22,5% pada Mei 2025.
>>> Warisan Mobil Klasik Boomers Bernilai $570 Miliar, Ahli Waris Belum Siap
Campuran pemasangan selama bulan-bulan yang dilaporkan seluruhnya terdiri dari baterai LFP.
