Mercedes-Benz GLC Electric hadir sebagai SUV listrik premium dengan kabin mewah, performa halus, dan teknologi canggih. Namun, jangkauan dan dinamika berkendara masih kalah dari BMW iX3.
Mercedes-Benz GLC Electric memasuki segmen SUV listrik medium premium yang semakin padat.
Dengan harga mulai £60.000, mobil ini bersaing dengan BMW iX3, Volvo EX60, Audi Q6 E-tron, dan lainnya.
>>> Jaguar XJ220: Supercar 90-an yang Terlupakan Kini Mendapat Pengakuan
Berbasis platform EV khusus, GLC Electric tidak memiliki hubungan teknis dengan versi bermesin bensin. Arsitektur baru ini membawa keunggulan dalam ruang, performa, dan pengemasan.
Desain dan Dimensi
Secara visual, GLC Electric mirip dengan GLC bermesin bensin, dengan gril baru yang mencolok.
Ukurannya lebih panjang 100 mm dari GLC ICE, dengan jarak sumbu roda bertambah 84 mm untuk ruang kaki yang lebih lega.
Ruang kepala sedikit lebih baik, sementara bagasi 520 liter ditambah dengan frunk 128 liter di depan.
Tersedia dalam lima trim: Sport, AMG Line, AMG Line Premium, dan AMG Line Premium Plus.
Interior Mewah dengan Layar Raksasa
Kabin GLC Electric terasa luas, mewah, dan menggunakan material berkualitas tinggi. Seluruh interior dapat dilapisi bahan vegan 100% tanpa biaya tambahan.
Sistem kontrol suara 'Hey, Mercedes' bekerja sangat baik.
>>> Toyota Prius PHEV: Uji Konsumsi BBM di Tengah Krisis Harga Bensin
Namun, layar full-width yang membentang di dashboard terasa berlebihan. Saat mati, tampil seperti plastik hitam penuh sidik jari.
Versi entry-level tetap mendapat tiga layar terpisah, dengan layar penumpang hanya berfungsi sebagai bingkai foto digital.
