Mercedes-Benz GLC Electric hadir sebagai SUV listrik premium dengan kabin mewah, performa halus, dan teknologi canggih. Namun, jangkauan dan dinamika berkendara masih kalah dari BMW iX3.
Sistem infotainment MBUX terbaru sangat cepat dan canggih, didukung AI dari Microsoft dan Google. Tersedia streaming Disney+, mode emosional, dan Microsoft Teams dengan webcam internal.
Namun, pengoperasian saat berkendara membutuhkan banyak waktu tanpa melihat jalan.
Head-up display dengan panah holografik sangat membantu, dan sistem ADAS terintegrasi dengan baik.
Performa dan Penggerak
Varian 400 4Matic yang diuji memiliki dua motor listrik dengan total 483 hp dan torsi 590 lb-ft. Baterai 94 kWh memberikan jangkauan maksimum 406 mil.
Versi motor tunggal yang lebih efisien direncanakan mendekati 500 mil.
>>> Lagonda di Usia 50: Limusin Unik Aston Martin Kini Makin Relevan
Semua versi mendukung pengisian 800V hingga 330 kW, dan dilengkapi inverter 400V standar untuk kompatibilitas dengan pengisi daya publik di Inggris.
Akselerasi 0-62 mph setara AMG C63, berkat gearbox dua kecepatan di motor belakang yang menjaga kurva akselerasi konstan.
Namun, karakter mesin kurang menarik; mode Sport terasa sintetis dan responsif berlebihan. Mode Comfort lebih disarankan untuk kenyamanan dan efisiensi.
Sistem regeneratif dapat disesuaikan dengan paddle di setir, mulai dari mode coasting hingga one-pedal yang halus.
Kenyamanan dan Handling
GLC Electric tersedia dengan suspensi koil standar atau udara opsional (Paket Refinement £2.500).
Suspensi udara memberikan peredaman lubang yang sangat mulus, sementara suspensi pasif sedikit kaku di kecepatan rendah.
Kemudi terasa kurang komunikatif, dan bobot 2,5 ton terasa saat batas tinggi. Namun, rear-axle steering hingga 4,5 derajat membantu manuver di kecepatan rendah.
>>> Rekaman Baru Kebakaran Ferrari di Quebec Picu Tuntutan Rp 338 Miliar
Secara keseluruhan, GLC Electric adalah SUV listrik yang nyaman dan mewah, tetapi kurang unggul dalam jangkauan dan dinamika dibandingkan BMW iX3.
