Lahir pada 1976, Lagonda menjadi penyelamat Aston Martin. Dengan desain wedge dan teknologi canggih, mobil ini terjual 620 unit. Mungkinkah kebangkitan Lagonda terulang?
Pada 20 Oktober 1976, Aston Martin mempertaruhkan masa depannya pada model paling radikal yang pernah dibuat: Lagonda.
Mobil ini pertama kali diperkenalkan di British Motor Show di London, kurang dari dua tahun setelah Aston Martin diselamatkan dari kebangkrutan.
>>> Rekaman Baru Kebakaran Ferrari di Quebec Picu Tuntutan Rp 338 Miliar
Dengan profil wedge yang tajam, Lagonda hadir sangat rendah, panjang, dan lebar. Teknologi di dalamnya belum pernah ada sebelumnya di dunia otomotif.
Jika hanya sebagai konsep, mungkin tidak akan menimbulkan banyak tanda tanya. Namun, Lagonda adalah penyelamat perusahaan, dan semua harapan bertumpu padanya.
Lima dekade kemudian, kita tahu bahwa langkah futuristik Aston membuahkan hasil. Lebih dari 600 unit Lagonda terjual sebelum produksi berakhir pada 1990.
Pertanyaannya, mungkinkah produk progresif serupa dengan badge Lagonda bisa bekerja dengan baik di akhir 2020-an?
Asal-usul Lagonda dan Desain Revolusioner
Nama Lagonda sudah digunakan secara sporadis oleh perusahaan yang secara resmi bernama Aston Martin Lagonda Ltd. Mantan CEO Andy Palmer, yang memimpin upaya kebangkitan Lagonda, masih percaya nama ini bisa memainkan peran penting dalam memulihkan kejayaan Aston Martin.
Lagonda 1976 adalah model dengan teknologi perintis yang lebih dari sekadar gimmick. Pada satu titik, penjualannya tiga kali lipat dibanding model Aston lainnya.
Bagaimana sejarah nama yang kini tidak aktif ini?
