otomotif1.com

Huawei Perkenalkan Tau Scaling Law, Peta Jalan Semikonduktor Baru

He Tingbo dari Huawei menyampaikan pidato tentang Tau Scaling Law di ISCAS 2026
The paper on Time Scaling.

Huawei memperkenalkan Tau Scaling Law di ISCAS 2026, sebuah prinsip baru untuk menggantikan Moore's Law dengan fokus pada kompresi waktu tunda sinyal.

Ukuran teks

Pada 25 Mei 2026, He Tingbo, Direktur Huawei dan Presiden bisnis semikonduktornya, menyampaikan pidato utama di IEEE International Symposium on Circuits and Systems (ISCAS) 2026.

Dalam pidato bertajuk "New Semiconductor Path in Practice," ia memperkenalkan Tau (τ) Scaling Law.

Prinsip baru ini dirancang untuk mempertahankan evolusi semikonduktor di tengah hambatan fisik dan ekonomi yang dihadapi Moore's Law.

Dari Ruang ke Waktu

Selama lebih dari lima dekade, industri semikonduktor mengandalkan penskalaan geometris dengan mengecilkan ukuran transistor.

Namun, biaya desain chip pada node canggih kini melampaui 1 miliar dolar AS per chip, dan pengurangan biaya transistor terhenti.

Huawei berpendapat bahwa fokus harus beralih dari "ruang" ke "waktu."

Tau Scaling Law menggunakan konstanta waktu (τ) yang mewakili penundaan propagasi sinyal sebagai metrik utama untuk kemajuan di seluruh tumpukan komputasi, dari transistor hingga pusat data.

Dengan mengompresi τ secara sistematis, Huawei bertujuan meningkatkan kinerja dan kepadatan tanpa hanya bergantung pada peralatan litografi terbaru.

LogicFolding: Revolusi SoC Mobile

Salah satu pilar utama Tau Scaling Law adalah LogicFolding, metodologi desain yang menumpuk sirkuit digital, analog, dan memori ke dalam lapisan aktif vertikal.

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua