Setelah menuliskan rugi $15,7 miliar, Honda mengembangkan platform generasi baru yang bisa mendukung powertrain hybrid dan EV penuh, sebagai antisipasi perubahan pasar.
Honda mengembangkan platform generasi baru yang dapat beradaptasi untuk powertrain hybrid maupun listrik penuh (EV).
Langkah ini diambil setelah perusahaan menuliskan rugi investasi sebesar $15,7 miliar dari program EV 0 Series yang dibatalkan di Amerika Utara.
>>> Prototipe Plymouth Barracuda Targa 1964 Laku Dilelang, Sudah Tempuh 52.000 Mil
Presiden Honda Toshihiro Mibe mengatakan perusahaannya masih memperkirakan adopsi EV akan meningkat setelah 2030, meskipun permintaan hybrid saat ini lebih kuat dari prediksi sebelumnya.
Fleksibilitas sebagai Kunci
Platform baru ini dirancang agar Honda bisa bereaksi cepat terhadap perubahan regulasi, insentif, infrastruktur pengisian daya, dan kebijakan perdagangan.
Alih-alih terikat pada platform khusus EV, Honda ingin memiliki opsi.
>>> Label Hilang, Tesla Recall 14.575 Model Y Tanpa OTA Update
“Pasar bisa berubah tergantung pemerintahan Trump selama dua setengah tahun ke depan dan hasil pemilu sela November,” kata Mibe, dikutip dari Auto News.
“Kami mempelajari sistem dan konsep EV generasi berikutnya yang akan berfungsi apa pun arah perkembangannya.”
Dalam jangka pendek, strategi Honda berfokus pada hybrid.
>>> Xiaomi Rugi Rp 90 Juta per Mobil di Kuartal I 2026
Perusahaan baru saja mengumumkan rencana meluncurkan 15 model hybrid pada 2029 dengan platform yang berbeda dari platform gabungan EV/hybrid yang diungkap pekan ini.
Untuk merek Acura, Honda akan mendorong hybrid ke pelanggannya.
Sementara Honda sendiri akan menawarkan opsi mesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid untuk menarik pembeli yang lebih sadar biaya.
>>> Lancia Gamma Kembali sebagai Crossover Fastback, Bukan Sedan
Honda juga menunggu hasil negosiasi perdagangan antara AS, Kanada, dan Meksiko sebelum memutuskan apakah akan mengaktifkan kembali rencana pusat produksi EV di Kanada, yang ditunda awal Mei lalu.
