Toyota memangkas produksi luar negeri sekitar 83.000 kendaraan hingga November akibat perang Iran dan blokade Selat Hormuz. RAV4 menjadi model paling terdampak.
Toyota memangkas produksi luar negeri sekitar 83.000 kendaraan hingga November tahun ini. Langkah ini diambil karena dampak perang Iran yang terus berlanjut dan blokade Selat Hormuz.
Perusahaan telah memberi tahu pemasok tentang pemangkasan ini. Toyota menyebut kenaikan harga bahan bakar dan melemahnya permintaan Timur Tengah sebagai alasan utama.
>>> Honda Bangun Platform Fleksibel untuk EV dan Hybrid Setelah Rugi Besar
RAV4 Paling Terdampak
Toyota RAV4 berada di puncak daftar model yang mengalami pemangkasan terdalam. Model berbasis IMV seperti Hilux, Fortuner, dan Land Cruiser FJ juga terdampak.
Pemangkasan juga memengaruhi Toyota Probox dan Corolla Touring.
Sebelumnya, Toyota telah menurunkan produksi di Jepang sebanyak 40.000 kendaraan untuk Timur Tengah pada Maret dan April.
>>> Prototipe Plymouth Barracuda Targa 1964 Laku Dilelang, Sudah Tempuh 52.000 Mil
Pabrik Tsutsumi di Prefektur Aichi menghentikan satu jalur produksi selama dua hari bulan ini. Sementara itu, jalur kedua di Gifu Auto Body dihentikan selama satu hari.
Menurut kepala akuntansi Toyota, Takanori Azuma, perusahaan biasanya mengekspor 500.000 hingga 600.000 kendaraan per tahun ke Timur Tengah.
Hampir setengahnya diperkirakan terdampak gangguan ini.
Nissan juga telah merevisi rencana ekspor akibat ketegangan regional. Sebanyak 1.400 unit Nissan Patrol yang semula untuk Timur Tengah dialihkan ke Amerika Serikat sebagai Armada.
>>> Label Hilang, Tesla Recall 14.575 Model Y Tanpa OTA Update
Meskipun perang berdampak pada produksi, Toyota memperkirakan akan memproduksi lebih dari 10 juta kendaraan merek Toyota dan Lexus tahun ini.
Angka itu naik 1 persen.
Namun, laba bersih konsolidasi diperkirakan turun 22 persen menjadi 3 triliun yen atau sekitar 18,89 miliar dolar AS.
>>> Xiaomi Rugi Rp 90 Juta per Mobil di Kuartal I 2026
Toyota memperingatkan prospek pendapatan bisa memburuk jika ketidakstabilan di Timur Tengah dan pasar minyak mentah meningkat.
