Luca di Montezemolo, mantan CEO Ferrari, mengkritik keras desain Ferrari Luce listrik. Ia menyebut mobil itu sangat jelek hingga China pun tak akan menirunya. Wakil PM Italia juga ikut mengkritik.
Peluncuran Ferrari Luce, mobil listrik pertama merek legendaris Italia, langsung menuai kontroversi. Mantan Chairman dan CEO Ferrari, Luca di Montezemolo, menjadi salah satu kritikus paling vokal.
Dalam wawancara dengan media Italia Askanews, di Montezemolo menyebut Luce sebagai Ferrari yang bahkan tidak akan ditiru oleh China.
>>> Mantan Bos Ferrari: Mobil Listrik Luce Bisa Hancurkan Legenda
"Jika saya harus mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari," ujarnya.
"Kami mempertaruhkan kehancuran sebuah legenda, dan saya sangat menyesal tentang itu. Saya harap mereka setidaknya melepas Kuda Jingkrak dari mobil itu.
Ini pasti mobil yang setidaknya orang China tidak akan meniru dari kami," tambahnya.
Pernyataan itu diduga sebagai sindiran terhadap Xiaomi yang meluncurkan SUV YU7 tahun lalu dengan desain mirip Ferrari Purosangue.
>>> MG 4X Resmi Diluncurkan di China, Harga Mulai Rp 210 Jutaan
Kritik dari Wakil Perdana Menteri Italia
Tak hanya di Montezemolo, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Italia, Matteo Salvini, juga meluapkan kekecewaannya di media sosial.
"Ini tidak terlihat seperti Ferrari," tulisnya di X.
"Apakah ini yang disebut 'inovasi'? Siapa tahu apa yang akan dikatakan Enzo Ferrari," lanjut Salvini.
Salvini juga menyoroti harga mobil yang sangat mahal, mencapai 550 ribu euro, serta desain yang menurutnya tidak layak menyandang nama Ferrari.
