OTOMOTIF1.com

Industri Robotaxi China Hadapi 'Pendinginan' Regulasi Pasca Insiden Apollo Go

Industri Robotaxi China Hadapi 'Pendinginan' Regulasi Pasca Insiden Apollo Go
A Pony.ai Robotaxi.

Setelah insiden lumpuhnya hampir 100 kendaraan Apollo Go di Wuhan pada Maret 2026, regulator China memberlakukan periode pendinginan yang membatasi operasi robotaxi baru. Perusahaan tetap ekspansif.

Ukuran teks

Industri robotaxi di China tengah menghadapi pengawasan ketat setelah insiden besar yang melibatkan layanan Apollo Go milik Baidu di Wuhan pada 31 Maret 2026.

Hampir 100 kendaraan tiba-tiba berhenti beroperasi, memicu respons cepat dari regulator.

>>> TDA Luxury Toys Ubah Paradigma Beli Mewah dengan Program Buy Back MV Agusta

Meskipun ada periode 'pendinginan' yang membatasi pengoperasian kendaraan baru, perusahaan robotaxi terkemuka tetap mempertahankan target ekspansi mereka. Mereka juga mendorong pendekatan pengawasan yang lebih berbasis kinerja.

Ekspansi Armada Berlanjut

Data yang dirilis pada Mei 2026 menunjukkan komitmen para pemimpin industri untuk terus meningkatkan skala operasi. Pony.

ai melaporkan bahwa per 24 Mei, armada robotaxi globalnya telah melampaui 1.700 kendaraan, bertambah sekitar 250 unit sejak laporan tahunan 2025.

Perusahaan yang berfokus pada pasar domestik ini menaikkan target akhir tahun 2026 menjadi 3.500 kendaraan, dengan target pendapatan lebih dari 3,5 kali lipat dari tahun 2025.

WeRide mengungkapkan dalam laporan Q1 2026 bahwa armada robotaxi domestiknya mencapai sekitar 1.000 kendaraan pada akhir April, bertambah 200 unit sejak akhir Maret.

>>> Maextro S800 Grand Design Buka Pre-Order di China, Mulai Rp 3,8 Miliar

Sementara itu, Apollo Go milik Baidu mencatat 3,2 juta pesanan pada Q1 2026, meningkat lebih dari 120% year-on-year, dengan puncak mingguan melebihi 350.000 pesanan pada Maret.

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua