Pasar mobil baru AS menyusut karena harga tinggi dan suku bunga. Namun produsen untung besar dengan menjual lebih sedikit truk dan SUV mahal. Analis tidak yakin penjualan akan kembali ke level pra-pandemi.
Pasar mobil baru di Amerika Serikat terus menyusut. Harga kendaraan yang melambung, suku bunga tinggi, dan inflasi menekan anggaran rumah tangga.
Meski demikian, produsen mobil justru menikmati keuntungan solid. Mereka menjual lebih sedikit kendaraan, tetapi dengan harga lebih mahal, terutama truk dan SUV.
>>> Body Kit Karbon untuk Ferrari Luce EV, Tapi Tak Bikin Mirip Ferrari
Analis industri tidak lagi memperkirakan penjualan tahunan akan kembali ke level pra-pandemi dalam waktu dekat. Sebelum pandemi, sekitar 17 juta orang membeli mobil baru setiap tahun di AS.
Angka itu menjadi patokan industri.
Sekarang, patokan itu tampaknya sudah mati.
Menurut laporan Wall Street Journal, sekitar satu juta calon pembeli potensial telah menghilang dari pasar mobil baru sejak awal dekade ini.
Analis memperkirakan penjualan AS akan berkisar 16 juta kendaraan atau lebih rendah tahun ini.
Beberapa bahkan tidak yakin pasar akan kembali ke level pra-pandemi sebelum akhir dekade ini, jika pernah.
Sejuta Pembeli Tergusur
Alasannya tidak misterius. Mobil baru menjadi sangat mahal.
>>> Body Kit Venuum Gagal Mempercantik Ferrari Luce, Malah Terlihat Lebih Buruk
Suku bunga masih tinggi, biaya asuransi naik, dan harga bahan bakar terus membebani anggaran rumah tangga.
Rata-rata harga transaksi kendaraan baru kini sekitar $50.000. Angka yang terdengar sangat tinggi tidak lama berselang.
