Subaru secara resmi mempertimbangkan untuk mengekspor SUV Ascent buatan AS ke Jepang. Langkah ini mengikuti jejak Toyota, Nissan, dan Honda yang memanfaatkan sistem sertifikasi baru untuk mengurangi defisit perdagangan.
Subaru secara resmi mempertimbangkan untuk mengekspor SUV Ascent buatan Amerika Serikat ke Jepang. Langkah ini bisa terealisasi sebelum akhir tahun.
Ascent adalah SUV tiga baris yang telah diproduksi sejak 2018.
>>> Subaru Konfirmasi Tiga Model Manual Baru, Termasuk Hatchback Terjangkau
Ukurannya yang besar dan setir kiri membuatnya kurang praktis untuk jalanan Jepang yang sempit dan lalu lintas kanan.
Langkah Politik di Balik Rencana Ekspor
Keputusan ini lebih bersifat politis daripada komersial.
Jepang baru-baru ini menciptakan sistem sertifikasi baru setelah kesepakatan dagang dengan AS, yang memudahkan impor kendaraan buatan Amerika.
Mengirim mobil setir kiri ke negara yang menggunakan setir kanan memang mahal dan kurang masuk akal secara bisnis.
Namun, langkah ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada Washington bahwa pabrikan Jepang berusaha mengurangi defisit perdagangan.
>>> Perpaduan BMW E9 CSL dan E39 M5: Karya Restomod Unik Dilelang
Ascent adalah satu-satunya Subaru yang diproduksi di AS (Indiana) yang tidak dijual di pasar domestik Jepang. Hal ini menjelaskan mengapa model tersebut dipilih untuk diekspor.
Kemungkinan besar Ascent akan menggunakan nama Evoltis di Jepang, seperti di pasar ekspor lainnya. Namun, Subaru belum mengonfirmasi hal ini.
Subaru menyatakan bahwa Ascent menekankan fungsionalitas yang penting bagi SUV dan mencapai desain interior serta eksterior yang khas.
Saat tiba di Jepang, mobil ini sudah berusia lebih dari delapan tahun.
