Rivian tetap pada pendiriannya bahwa kontrol suara adalah antarmuka utama yang lebih baik dibanding tombol fisik, meski beberapa pabrikan lain mulai kembali ke tombol.
Rivian tidak berniat mengikuti tren pengembalian tombol fisik di kabin.
Pabrikan EV asal Amerika Serikat itu justru semakin percaya bahwa sistem kontrol suara berbasis AI adalah cara terbaik untuk mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan.
>>> Ferrari F40 Modifikasi Michelotto Siap Lelang, Harga Capai Rp70 Miliar
Dalam wawancara dengan The Verge, Chief Software Officer Rivian sekaligus co-CEO joint venture Rivian dan VW, Wassym Bensaid, menegaskan bahwa voice assistant baru mereka bisa menjadi antarmuka utama.
“Saya sangat percaya bahwa suara memiliki kesempatan untuk menjadi antarmuka utama di dalam mobil,” ujar Bensaid.
Menurutnya, tombol fisik boleh ada tetapi tidak boleh menjadi cara utama berinteraksi dengan mobil.
“Ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan dengan suara karena Anda bisa melakukan lebih dari satu fungsi. Anda tidak perlu repot dengan begitu banyak fungsi,” tambahnya.
Rivian Assistant: Lebih dari Sekadar Perintah Suara
Rivian mulai meluncurkan asisten bertenaga AI untuk model R1 pada pertengahan Mei.
>>> GAC Yue 7 SUV Off-Road PHEV Meluncur di China pada Q3 2026
Sistem ini dibangun di atas fondasi AI multimodal bersama dan mampu mengontrol fungsi inti kendaraan, termasuk HVAC.
Berbeda dengan sistem kompetitor, Rivian Assistant berjalan di sistem infotainment berbasis Android milik Rivian sendiri.
Sistem ini tidak mendukung Android Auto atau Apple CarPlay, sehingga asisten AI bekerja mulus di layar apa pun yang sedang ditampilkan.
