OTOMOTIF1.com

Trump Tuding Ford dan GM Dukung RUU Batasi Hak Perbaiki Mobil Sendiri

Trump Tuding Ford dan GM Dukung RUU Batasi Hak Perbaiki Mobil Sendiri
Presiden Donald Trump berbicara dalam acara di Oval Office

Presiden Trump mengklaim Ford dan GM mendorong undang-undang yang membatasi hak konsumen memperbaiki kendaraannya sendiri. Ford mengakui pembahasan soal akses perbaikan, namun enggan merinci.

Ukuran teks

Presiden Donald Trump baru saja ikut campur dalam perdebatan hak untuk memperbaiki (right-to-repair) yang sudah berlangsung lama.

Ia mengklaim para pemimpin industri otomotif menginginkan undang-undang yang mencegah orang memperbaiki kendaraan mereka sendiri.

>>> Mobil Listrik Buatan Meksiko Pertama, Olinia Uno, Hanya Rp138 Juta

Hal ini setidaknya menjadi kali kedua Trump secara terbuka mendukung hak untuk memperbaiki. Sebelumnya, ia juga menyuarakan hal serupa terkait peralatan pertanian.

Pertemuan di Gedung Putih

Dalam acara di Oval Office pada 4 Juni, Trump menceritakan pertemuan dengan eksekutif Ford, General Motors (GM), dan pengusaha Roger Penske.

Menurut presiden AS, para pembuat mobil mendukung proposal yang secara efektif menghentikan konsumen memperbaiki mobil mereka sendiri.

“Mereka tidak ingin orang memperbaiki mobilnya,” kata Trump. “Mereka ingin undang-undang yang melarang orang memperbaiki” kendaraan.

CEO Ford Jim Farley sebelumnya secara terbuka mengatakan tidak ingin pemilik melakukan perbaikan garansi karena dapat membahayakan keselamatan jiwa.

>>> Dodge Rilis Parfum Charger Seharga $24,95, Diklaim Wangi Maskulinitas

Inti Persoalan

Perdebatan ini sebenarnya bukan tentang pekerjaan garansi. Intinya adalah bagaimana mobil modern semakin sulit dikerjakan karena penggunaan diagnostik dan komputer terpasang.

Bengkel independen dan advokat konsumen berpendapat pemilik kendaraan harus memiliki akses lebih luas ke perangkat lunak, data, dan alat yang diperlukan untuk mendiagnosis dan memperbaiki mobil.

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua