Presiden Trump mengklaim Ford dan GM mendorong undang-undang yang membatasi hak konsumen memperbaiki kendaraannya sendiri. Ford mengakui pembahasan soal akses perbaikan, namun enggan merinci.
Namun, produsen mobil dan dealer menolak dengan alasan keamanan siber, keselamatan, dan perlindungan teknologi proprietary.
Hasilnya adalah pertarungan bertahun-tahun mengenai siapa yang harus mengontrol akses ke sistem digital yang kini mengatur segalanya, mulai dari performa mesin hingga fitur bantuan pengemudi.
Ford mengonfirmasi kepada Detroit Free Press bahwa Andrew Frick, presiden Ford Blue dan Model e, menghadiri pertemuan Gedung Putih pada 3 Juni dan masalah perbaikan kendaraan dibahas.
>>> Toyota GR Buat Camry 700 HP dengan Dua Mesin dan Tujuh Silinder
Namun, Ford menolak berkomentar lebih lanjut. GM juga menolak menanggapi langsung pernyataan Trump.
Trump tidak menyebutkan RUU spesifik yang dimaksud, dan Gedung Putih tidak mengklarifikasi pernyataan tersebut.
Ia juga menyebut seorang pria yang diduga menerima hukuman penjara tujuh tahun karena memperbaiki kendaraannya sendiri, namun tidak jelas siapa yang dimaksud.
Sikap yang Konsisten
Komentar Trump tentang produsen mobil yang ingin membatasi perbaikan kendaraan konsisten dengan posisi yang baru-baru ini diambilnya terkait peralatan pertanian.
Awal tahun ini, pemerintahannya mendukung hak petani untuk memperbaiki traktor dan peralatan lain, dengan alasan produsen tidak boleh menggunakan peraturan federal untuk membatasi akses ke alat dan perangkat lunak perbaikan.
>>> Dodge Bawa Charger ke Eropa Setelah Sepi Peminat di AS
Apakah seruan Trump terhadap eksekutif Ford dan GM akan membuahkan hasil, masih harus ditunggu.
