Xiaomi Auto menghadapi tekanan target pengiriman 550.000 kendaraan pada 2026 di tengah kontroversi stok YU7. Perusahaan bersiap meluncurkan SUV EREV di bawah merek Xuntian untuk memperluas pasar.
>>> BYD dan Nio Bereaksi atas Masuk dalam Daftar Perusahaan Militer Pentagon
Kendaraan tersebut diharapkan menargetkan pembeli keluarga arus utama, bukan pelanggan EV yang berfokus pada performa.
Teknologi EREV menggabungkan drivetrain baterai-listrik dengan generator bertenaga bensin, memungkinkan jangkauan berkendara lebih panjang sambil mempertahankan propulsi listrik.
Arsitektur ini mengatasi masalah pengisian daya di wilayah dengan infrastruktur pengisian cepat yang tidak merata.
Penampakan terbaru prototipe Kunlun yang disamarkan menunjukkan Xiaomi bergerak melampaui portofolio listrik murni saat ini.
Pengamat industri juga menunjuk pada pendaftaran nama "Xuntian" oleh Xiaomi, yang berpotensi menandakan merek terpisah yang didedikasikan untuk model EREV.
Produk Baru Hadir Saat Xiaomi Kejar Target Pertumbuhan Ambisius
Ekspansi yang akan datang terjadi saat Xiaomi berusaha memenuhi target pengiriman 550.000 kendaraan pada 2026.
Berdasarkan angka bulanan yang dilaporkan, perusahaan mengirimkan sekitar 140.000 hingga 150.000 kendaraan selama lima bulan pertama tahun ini.
Tekanan finansial tetap signifikan. Xiaomi sebelumnya mengungkapkan bahwa bisnis otomotifnya merugi sekitar USD 5.600 per kendaraan selama kuartal pertama 2026.
Pada saat yang sama, perusahaan terus berinvestasi besar dalam pengembangan produk dan perluasan skala manufaktur.
Perhatian baru-baru ini seputar kebakaran SU7 Ultra juga menyoroti pengawasan yang dihadapi merek tersebut.
>>> Hennessey VelociRaptor Expedition: SUV Off-Road Tanpa Tambahan Tenaga
Xiaomi menyatakan bahwa data baterai dari insiden tersebut menunjukkan baterai tidak gagal sebelum kebakaran, menurut informasi yang dirilis setelah penyelidikan internal.
