Dari BMW M hingga Mitsubishi Eclipse, banyak lencana mobil ikonik kehilangan makna aslinya. Simak analisis lencana mana yang paling 'kehilangan plot'.
Lencana mobil yang dulu menjanjikan sesuatu yang spesifik kini seringkali hanya menjadi hiasan. BMW, misalnya, kini memiliki enam tingkatan berbeda dalam kerangka M-nya.
Sementara itu, Mitsubishi Eclipse kembali sebagai crossover listrik yang hanya berbagi nama.
Dulu, nama-nama mobil sederhana dan mudah dipahami. Jika sebuah mobil memiliki kata "Turbo", Anda bisa yakin ada turbocharger di mesinnya.
Kini, Porsche menggunakan nama tersebut untuk menandai level trim pada kendaraan seperti Taycan dan Macan EV yang bahkan tidak memiliki mesin bensin.
Eclipse: Dari Sport Compact ke Crossover Listrik
Mitsubishi Eclipse adalah contoh nyata. Dulu, Eclipse generasi pertama dan kedua menawarkan mesin turbo, all-wheel drive, transmisi manual, dan desain yang menonjol.
Mobil itu adalah kendaraan enthusiast yang terjangkau dan membantu mendefinisikan citra Mitsubishi di Amerika.
Sekarang, nama Eclipse ditempelkan pada crossover dan EV yang tidak memiliki satu pun dari sifat-sifat tersebut. Ini bukan satu-satunya kasus.
Chevy melakukan hal serupa pada Blazer. Selama puluhan tahun, nama itu berarti SUV body-on-frame yang tangguh.
Kini, Blazer adalah crossover unibody, dan ada Blazer EV dengan baterai Ultium. Nama yang sama, tetapi tidak ada perangkat keras yang membuatnya terkenal.
Dodge juga bisa mendapat kritik atas nama Hornet. Dulu, Hornet adalah AMC yang berfokus pada performa, tetapi sekarang tidak lagi.
Kepergian model yang cepat terasa tepat dalam konteks ini.
BMW M: Enam Tingkatan dalam Satu Lencana
Di sisi trim, BMW mungkin pelanggar paling mencolok. M dulu berarti mesin unik dan tuning performa spesifik.
Sekarang, merek ini dengan senang hati menempelkannya pada apa pun sambil menambahkan kata Sport atau Performance untuk membenarkannya.
Di sisi lain, mobil M sejati bukan lagi puncak. Di atasnya, ada M Competition, M CS, dan M CSL.
Jadi, dalam kerangka M saja, ada enam level berbeda. Pada 1980-an dan 1990-an, M mengatakan satu hal: mobil dikembangkan oleh BMW Motorsport.
Itu adalah lencana kehormatan. Kini, lencana M tampaknya tidak lagi berarti banyak.
GTI: Grand Touring Injection Tanpa Injeksi
Lalu ada GTI.
Huruf-huruf itu adalah singkatan dari Grand Touring Injection, merujuk pada injeksi bahan bakar yang membuat Golf GTI asli cepat pada 1976.
Selama 50 tahun, lencana itu berarti mobil depan-penggerak murah yang mampu melampaui spesifikasinya.
Sekarang, VW dan Peugeot telah menempelkannya pada ID. Polo GTI dan e-208 GTi yang listrik.
Meskipun keduanya bukan sekadar pencitraan sinis mengingat kredensial performanya, faktanya tidak ada lagi yang bisa diinjeksi.
Jadi, mana pilihan Anda untuk lencana mobil yang paling kehilangan makna? Beri tahu kami di kolom komentar.
