BYD resmi meluncurkan Great Tang, crossover full-size flagship dengan akselerasi 3,9 detik dan jarak tempuh hingga 950 km. Harga mulai 239.900 yuan atau sekitar Rp 390 juta.
>>> China Targetkan 40% Truk Berat Energi Baru pada 2030
Sistem pengisian cepat dapat memulihkan baterai dari 10% ke 70% dalam 5 menit dan ke 97% dalam 9 menit.
Dimensi dan Sasis
Great Tang memiliki panjang 5.263 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.790 mm.
Dengan opsi eksterior, dimensi bisa mencapai 5.302 mm panjang dan 1.800 mm tinggi. Jarak sumbu roda 3.130 mm.
Suspensi cerdas DiSus-A menggunakan pegas udara dual-chamber dengan penyesuaian 100 mm. Sistem ini dilengkapi sensor pratinjau jalan yang mengubah redaman berdasarkan permukaan jalan.
Kemampuan manuver ditingkatkan dengan kemudi roda belakang yang dapat berputar hingga ±7 derajat. Radius putar hanya 5,2 meter dan tersedia mode mengemudi crab-walk.
Kabin dan Fitur
Kabin mengadopsi konfigurasi 2+2+3 tujuh kursi dengan prosesor 3nm premium.
Kursi depan adalah zero-gravity individual, sedangkan baris kedua memiliki kursi gaya lounge pesawat dengan sandaran hingga 146 derajat, sandaran kaki motor 70 derajat, dan layar hiburan 17,3 inci di atap.
>>> BAIC Arcfox Luncurkan Beta T1 Baru, Pesaing Geely Xingyuan Mulai Rp100 Jutaan
Interior dilengkapi kanopi kaca laminasi akustik 2,53 meter persegi dengan struktur tirai internal tiga lapis tersembunyi.
Great Tang juga memperkenalkan aksesori fisik menggunakan kunci magnetik Lingdong untuk mengontrol fitur ekosistem.
Tombol fisik tambahan ini dapat dipasang di antarmuka magnetik kabin untuk mengatur suhu, audio, atau posisi kursi.
Strategi dan Pesaing
Peluncuran ini merupakan arahan eksplisit BYD untuk menaikkan harga transaksi dan meraih margin lebih tinggi di segmen keluarga premium.
Dengan paket teknologi canggih dan harga dasar kompetitif, Great Tang bersaing langsung dengan Li Auto L9 dan Aito M9.
Strategi ini menyeimbangkan optimalisasi volume dengan prestise teknis.
>>> BYD Raih 5% Pangsa Pasar Inggris, Klaim Wakil Presiden Eksekutif
Kesuksesan jangka panjang bergantung pada kapasitas produksi pabrik untuk memenuhi pesanan pra-penjualan serta mengelola pasokan untuk varian hybrid jarak jauh yang akan datang.
